2025 Euro Vision Song Contest (Copyright Credit: AP Photo)

Kontes Lagu Eurovision, salah satu ajang musik paling populer di dunia yang akan memasuki peringatan 70 tahun pada 2026, mengumumkan tur Eurovision Song Contest Tour yang akan berlangsung di berbagai kota di Eropa untuk pertama kalinya — tetapi pengumuman ini muncul di tengah kontroversi besar dan aksi boikot dari beberapa negara atas keputusan untuk tetap memasukkan Israel dalam kompetisi. (euronews)


Tur Eropa Pertama Eurovision Merayakan 70 Tahun

Penyelenggara Eurovision, European Broadcasting Union (EBU), memastikan bahwa tur pertama Eurovision Song Contest 70th Anniversary Tour akan membawa penampilan artis dari kontes ini ke 10 kota besar di Eropa setelah ajang utama di Wina, Austria, pada 16 Mei 2026. Tur ini dirancang untuk merayakan sejarah panjang kontes dan mempertemukan penggemar Eurovision dengan para performer dan musik ikonik dari tujuh dekade terakhir. (The Guardian)

Menurut EBU, tur ini juga bertujuan untuk menguatkan komunitas fan Eurovision di seluruh Eropa, menampilkan lagu-lagu pemenang maupun favorit fans, serta menciptakan pengalaman musik langsung yang memadukan era klasik dan kontestan 2026 yang lebih terbaru. (The Guardian)


Kontroversi Boikot atas Partisipasi Israel

Meskipun tur ini direncanakan sebagai perayaan budaya, Eurovision 2026 tengah menghadapi kontroversi politik terbesar dalam sejarahnya. Keputusan EBU untuk menyetujui partisipasi Israel dalam kontes 2026 memicu protes dan boikot dari sejumlah negara anggota broadcaster. (Wikipedia)

Beberapa negara yang telah mengumumkan aksi boikot atau mengundurkan diri dari Eurovision 2026 karena keputusan tersebut meliputi:

  • Irlandia – penyiar publik RTE menyatakan tidak akan berpartisipasi atau menyiarkan kontes tersebut sebagai bentuk protes. (Antara News)
  • Spanyol – RTVE mengumumkan penarikan diri, menyebut proses pengambilan keputusan EBU yang “tidak memadai” dan kekhawatiran atas netralitas kontes. (Antara News)
  • Belanda – penyiar AVROTROS menyatakan bahwa partisipasi Israel tidak sejalan dengan nilai-nilai publik yang mereka pegang. (Antara News)
  • Slovenia – RTV Slovenia menegaskan keputusan untuk memboikot karena partisipasi Israel. (Antara News)
  • Islandia – RUV, lembaga penyiaran nasionalnya, menyatakan akan mengikuti boikot setelah rapat dewan memutuskan untuk menarik diri dari kontes. (detikcom)

Ada juga laporan bahwa hingga lima negara secara keseluruhan telah menarik diri atau mempertimbangkan boikot dalam protes ini, menjadikan kontes tahun ini sebagai edisi dengan partisipasi paling sedikit sejak perluasan kompetisi pada 2004. (Barron’s)


Alasan Utama Boikot: Isu Politik dan Etika

Penolakan beberapa negara terhadap partisipasi Israel berkaitan erat dengan perang yang masih berlangsung di Gaza dan tuduhan pelanggaran HAM terhadap warga sipil. Penyiar publik Irlandia, misalnya, menyatakan bahwa partisipasi Israel “tidak dapat dibenarkan mengingat banyaknya korban jiwa di Gaza dan krisis kemanusiaan yang berlangsung”. (Antara News)

Spanyol juga menyoroti kekhawatiran bahwa acara budaya seharusnya tetap netral, dan keputusan untuk membiarkan Israel ikut serta dinilai sebagai sesuatu yang “memperumit pandangan netralitas politik kontes”. (Antara News)

Respons ini bukan hanya datang dari broadcaster, tetapi juga dari publik dan komunitas pro-Palestina yang sebelumnya telah memboikot atau menyerukan boikot dalam edisi kompetisi sebelumnya. (Gaza Media)


Respon Penyelenggara Eurovision

EBU telah menegaskan bahwa keputusan untuk tetap memasukkan Israel dibuat tanpa pemungutan suara khusus, tetapi sebagai bagian dari konsensus dan perubahan aturan pemungutan suara yang dimaksudkan untuk menjaga “kepercayaan dan netralitas” kompetisi. (trtindonesia.com)

Organisasi tersebut juga melakukan penyesuaian pada sistem voting untuk memperkuat integritas kompetisi, setelah adanya kritik tentang campur tangan dan iklan politik yang memengaruhi hasil televoting dalam edisi sebelumnya. (Wikipedia)


Siapa yang Masih Ikut dalam Eurovision 2026?

Meskipun beberapa negara melakukan boikot, Eurovision 2026 tetap dijadwalkan berjalan dengan keikutsertaan 35 negara. Ini termasuk beberapa negara yang selama ini tergabung dalam “Big Five” maupun juara kontes sebelumnya, yang tetap berkomitmen untuk berpartisipasi. (The Times of Israel)

Sebagai bagian dari jadwal kontes, Israel sendiri dijadwalkan tampil pada semifinal pertama pada 12 Mei 2026 di Wina, bersaing dengan peserta lain seperti Estonia, Finlandia, Yunani, Portugal, Serbia, dan Swedia. (The Times of Israel)


Implikasi Boikot terhadap Eurovision

Boikot ini tidak hanya berdampak pada citra kontes sebagai acara non-politik, tetapi juga berpotensi menekan finansial dan dukungan masyarakat terhadap ajang tahunan ini. Kepergian beberapa negara besar — termasuk Spanyol yang merupakan salah satu kontributor dana terbesar dalam EBU — dapat memengaruhi keuangan dan dinamika hubungan antaranggota Eurovision. (Antara News)

Selain itu, boikot ini mencerminkan bagaimana politik internasional dan konflik regional dapat menembus ranah budaya populer, bahkan mempengaruhi acara musik yang selama puluhan tahun dipandang sebagai perayaan persatuan dan keragaman budaya Eropa. (trtindonesia.com)


Kesimpulan

Eurovision Song Contest 2026 akan tetap berlangsung sebagai bagian dari perayaan 70 tahun sejarah, ditandai dengan tur Eropa pertama dalam sejarah kontes ini. Namun, keputusan untuk mempertahankan partisipasi Israel telah memicu boikot dari beberapa negara, yang menunjukkan semakin kuatnya hubungan antara isu politik global dan acara budaya internasional. Konflik ini memunculkan tantangan besar terhadap reputasi Eurovision sebagai ajang yang netral dan inklusif, serta memperlihatkan bahwa budaya populer tidak bisa sepenuhnya terlepas dari konteks geopolitik dan etika global yang lebih luas. (News feed at Inbox.lv)


Leave a comment

Trending