
Dalam analisis mendalam yang dipublikasikan oleh Euronews Business, terlihat jelas bahwa peran minyak (oil) yang membentuk ekonomi global di abad ke-20 kini berada di persimpangan dengan rare earth elements (logam tanah jarang) — sumber daya yang diperkirakan akan menjadi penentu dominasi ekonomi dan teknologi di abad ke-21. Perubahan ini muncul di tengah elektrifikasi ekonomi, kecerdasan buatan (AI), dan transisi energi global, yang secara kolektif menggeser fokus dari bahan bakar fosil tradisional ke mineral strategis yang mendasari teknologi masa depan. (euronews)
Oil: Penggerak Utama Ekonomi Abad Lalu
Selama ratusan tahun, minyak mentah telah menjadi tulang punggung ekonomi global. Minyak mendorong industrialisasi, transportasi, dan perdagangan internasional, serta memainkan peran sentral dalam banyak konflik dan hubungan geopolitik besar. Harga minyak masih berpengaruh kuat terhadap inflasi, keputusan kebijakan moneter, dan keseimbangan perdagangan negara. Pemerintah di seluruh dunia tetap memandang energy security sebagai prioritas strategis jangka panjang, terutama ketika ketegangan geopolitik meningkat. (euronews)
Namun, dinamika ini mulai berubah. Permintaan minyak global diperkirakan akan melambat tajam pada tahun-tahun mendatang, di tengah pergeseran menuju sumber energi bersih dan elektrifikasi sektor transportasi serta industri. Dalam konteks persaingan global antara transisi energi hijau dan ketergantungan terhadap energi fosil, minyak masih penting — tetapi bukan lagi satu-satunya faktor penentu kekuatan ekonomi global. (euronews)
Rare Earths: Material Strategis untuk Masa Depan Teknologi
Rare earth elements (REEs) atau logam tanah jarang adalah sekumpulan 17 elemen kimia yang sangat penting dalam produksi teknologi tinggi — terutama magnet permanen, motor listrik kendaraan listrik (EV), turbin angin, robotik, dan perangkat AI. Material ini tidak diperdagangkan dalam volume besar seperti minyak, tetapi fungsi mereka sebagai komponen inti dalam teknologi modern menjadikannya aset strategis utama untuk ekonomi masa depan. (euronews)
Berbeda dari minyak, rare earths:
- tidak dibakar untuk energi,
- tetapi tertanam di dalam perangkat teknologi,
- dan permintaan terhadapnya meningkat seiring pertumbuhan sektor teknologi tinggi. (euronews)
Menurut berbagai analis industri seperti Bank of America, permintaan global untuk magnet neodymium — salah satu jenis rare earth paling penting — diperkirakan meningkat sekitar 9% per tahun hingga 2035, sementara permintaan rare earth untuk kendaraan listrik dan robotik dapat meningkat di atas 10% sampai hampir 30% per tahun berdasarkan aplikasi spesifiknya. (euronews)
Perbandingan Permintaan: Minyak vs Rare Earths
| Aspek | Minyak | Rare Earths |
|---|---|---|
| Peran ekonomi | Energi primer | Bahan teknologi strategis |
| Pertumbuhan permintaan jangka panjang | Melambat | Cepat meningkat |
| Sifat komoditas | Diperdagangkan secara besar | Nilai tambah tinggi dalam manufaktur |
| Ketergantungan global | Energi dan transportasi | Elektrifikasi, robotics, AI |
| Dominasi geografis | Produksi luas | China dominan di banyak tahap rantai pasok |
Minyak akan tetap memainkan peran penting dalam jangka menengah, terutama di negara berkembang dan sektor industri berat. Namun, pertumbuhan teknologi dan elektrifikasi ekonomi membuat rare earths semakin menentukan siapa yang bisa memproduksi dan mengendalikan teknologi masa depan. (euronews)
Dominasi China dalam Rantai Pasok Rare Earths
Salah satu aspek paling mencolok dalam perubahan ini adalah dominasi China dalam produksi dan pengolahan rare earth elements. Negara ini memegang sekitar 90% kapasitas global dalam pengolahan rare earth dan produksi magnet, serta hampir 50% cadangan oksida rare earth mentah di dunia. (Wikipedia)
Dominasi China bukan sekadar soal volume produksi, tetapi juga kepemilikan teknologi pemrosesan yang kompleks, yang mencakup:
- ekstraksi mineral tanah jarang,
- pemisahan kimia,
- pembuatan magnet dan komponen teknologi tinggi. (Wikipedia)
Selain itu, Beijing telah menerapkan kontrol ekspor yang ketat pada rare earth tertentu serta teknologi pemrosesan, langkah yang turut meningkatkan leverage geopolitik China dalam persaingan teknologi global. (Wikipedia)
Strategi Global Menghadapi Ketergantungan Rare Earths
Ketergantungan pada rare earths, terutama dari satu wilayah dominan, menimbulkan risiko strategis global. Untuk mengurangi kerentanan tersebut, sejumlah negara dan kawasan telah bergerak aktif:
1. Upaya Uni Eropa
Uni Eropa meluncurkan rencana ambisius untuk membangun kapasitas pasokan, pemrosesan, dan produksi rare earth sendiri, termasuk melalui investasi besar dalam proyek mineral strategis dan teknologi daur ulang. Rencana ini dikenal sebagai ReSourceEU, yang didanai lebih dari €3 miliar untuk mempercepat diversifikasi pasokan critical raw materials dan pengembangan infrastruktur industri terkait. (The Guardian)
Selain itu, UE juga menjajaki kemungkinan membentuk pusat stok mineral strategis dan kebijakan baru untuk mendorong perusahaan mengurangi ketergantungan pasokan dari China dan negara lain yang sangat dominan. (Financial Times)
2. Inisiatif Global
Negara seperti Amerika Serikat, Australia, dan Jepang memperkuat kebijakan mereka untuk mengembangkan kapasitas produksi dan pemrosesan rare earth domestik atau melalui aliansi multinasional, sekaligus mempertimbangkan program investasi untuk teknologi pemrosesan yang nilai tambahnya tinggi. (Wikipedia)
Langkah ini mencerminkan pergeseran strategi global dari sekadar keamanan energi menuju keamanan teknologi dan nilai tambah industri tinggi.
Oil vs Rare Earths: Siapa yang Menentukan Masa Depan?
Dalam konteks transisi ekonomi global, minyak masih penting — terutama di sektor energi dan manufaktur berat — dan akan tetap menjadi bagian vital dari struktur ekonomi sampai beberapa dekade mendatang.
Namun rare earths telah menjadi pusat persaingan teknologi dan industrialisasi baru di mana:
- negara yang memegang rantai pasok rare earth memiliki kelebihan kompetitif dalam teknologi tinggi;
- sektor seperti kendaraan listrik, angin, robotik, dan infrastruktur AI membutuhkan rare earth dan turunannya;
- dominasi atas pasokan bukan hanya soal bukan sumber daya mentah, tetapi teknologi pemrosesan dan manufaktur. (euronews)
Dalam dunia di mana teknologi digital mendominasi ekonomi modern, kemampuan negara untuk menyediakan dan mengolah material kritis seperti rare earths kemungkinan akan menjadi indikator utama dominasi ekonomi masa depan — bukan sekadar kontrol terhadap minyak saja.
Kesimpulan: Peralihan Paradigma Sumber Daya Global
Perdebatan antara minyak dan rare earths mencerminkan peralihan besar dalam struktur ekonomi global. Meski minyak tetap menjadi komoditas penting, rare earths dan material teknologi strategis adalah kunci dalam era digital dan elektrifikasi. Negara dan kawasan yang berhasil mengatasi tantangan ketergantungan, membangun rantai pasok yang kuat, serta mengembangkan teknologi bernilai tambah tinggi akan menempatkan diri mereka sebagai pionir ekonomi abad ke-21.





Leave a comment