
Uni Eropa dan India secara resmi menandatangani perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Agreement/FTA) bersejarah pada 27 Januari 2026 di New Delhi, yang oleh para pemimpin kedua belah pihak disebut sebagai “mother of all deals” — sebuah kesepakatan yang bukan hanya besar secara ukuran ekonomi, tetapi juga strategis dalam konteks dinamika global yang penuh tantangan. (euronews)
Kesepakatan ini diumumkan di hadapan pejabat tinggi termasuk Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Presiden Dewan Eropa António Costa, dan Perdana Menteri India Narendra Modi, menandai perubahan penting dalam hubungan ekonomi dan strategis antara dua entitas ekonomi terbesar di dunia yang mewakili hampir seperempat produk domestik bruto global dan populasi sekitar dua miliar orang. (euronews)
Latar Belakang Kesepakatan: 20 Tahun Negosiasi Menuju FTA
Perlu diingat bahwa perjanjian ini bukan hasil percobaan singkat. Negosiasi antara Uni Eropa dan India telah berlangsung hampir dua dekade, mencerminkan upaya panjang kedua pihak untuk mengatasi perbedaan dalam hal tarif, masalah proteksionisme, dan akses pasar yang sensitif. (Wikipedia)
Selama bertahun-tahun, isu-isu seperti tarif tinggi India terhadap produk otomotif dan proteksi beberapa sektor industri menjadi hambatan utama. Namun ancaman tarif proteksionis di pasar global — terutama sejak kebijakan tarif tinggi dari Amerika Serikat di bawah pemerintahan Donald Trump — mendorong kedua pihak untuk mempercepat finalisasi FTA yang luas ini sebagai alternatif strategis guna mengurangi ketergantungan pada pasar tradisional dan memperluas aliansi ekonomi.
Isi Utama Kesepakatan Dagang: Peluang Ekonomi Besar
1. Penghapusan dan Pengurangan Tarif secara Luas
Kesepakatan ini mencakup penghapusan atau pengurangan signifikan tarif pada hampir seluruh barang yang diperdagangkan antara Uni Eropa dan India — diperkirakan mencapai sekitar 96–97% nilai perdagangan bilateral menurut nilai produk. (Financial Times)
Bagi Uni Eropa, ini berarti:
- tarif pada ekspor seperti mobil, mesin, alat medis, suku cadang penerbangan, dan banyak komoditas industri lainnya akan dihilangkan atau dipangkas drastis,
- ekspor tersebut diperkirakan akan menguntungkan sektor manufaktur dan industri padat teknologi di Eropa yang selama ini menghadapi hambatan tarif tinggi. (Financial Times)
Sementara itu, India akan menikmati:
- penghapusan tarif pada sebagian besar ekspor tekstil, barang teknik, bahan kimia, dan produk manufaktur lain ke pasar Uni Eropa,
- pembukaan layanan dan kerja sama investasi yang lebih luas, mencakup aspek jasa profesional, transportasi, keuangan, dan sektor strategis lainnya. (Wikipedia)
2. Fokus Sektor Automotif dan Manufaktur
Salah satu poin yang paling mencolok dalam perjanjian ini adalah penurunan tarif atas impor mobil Eropa ke India. Sebelumnya, tarif atas kendaraan bermotor Eropa di India bisa mencapai lebih dari 100%, tetapi di bawah FTA tarif ini akan diturunkan secara bertahap hingga mencapai sekitar 10–30% dalam beberapa tahun mendatang. (Reuters)
Langkah ini diyakini akan:
- membuat mobil Eropa yang terkenal seperti BMW, Mercedes-Benz, Volkswagen, dan Renault menjadi lebih kompetitif di pasar India,
- memberi insentif bagi investasi teknologi dan produksi otomotif terpadu di kedua wilayah. (Reuters)
3. Peningkatan Ekspor India di Sektor Gems, Perhiasan, dan Tekstil
Di sisi India, berbagai sektor manufaktur tradisional seperti gems & jewellery, tekstil, dan barang teknik diperkirakan akan berkembang pesat dengan akses pasar bebas tarif ke Uni Eropa. (The Times of India)
Industri perhiasan India, misalnya, diperkirakan dapat menggandakan volume ekspor di pasar Uni Eropa hingga mencapai sekitar US$10 miliar dalam tiga tahun ke depan, mengatasi hambatan tarif sebelumnya yang sempat menahan ekspor. (The Times of India)
Sementara itu, sektor rekayasa dan peralatan teknik ditargetkan mencapai peningkatan ekspor hingga US$25 miliar dalam dua tahun mendatang, menandai lompatan besar dibandingkan periode sebelum kesepakatan. (The Economic Times)
Manfaat Ekonomi dan Dampak Global
Perjanjian perdagangan ini dipandang bukan hanya sebagai keuntungan bilateral semata, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi global di tengah ketidakpastian, proteksionisme, dan dinamika geostrategis yang berubah cepat.
Pertumbuhan Perdagangan
- Perdagangan bilateral India-Uni Eropa diperkirakan akan meningkat dari sekitar US$136 miliar pada 2025 menjadi lebih dari US$200 miliar pada 2030, mencerminkan perluasan hubungan ekonomi kedua pihak. (Reuters)
- Penurunan tarif tahunan dapat menghemat sekitar €4 miliar bagi eksportir Uni Eropa, meningkatkan daya saing produk Eropa di pasar India. (Financial Times)
Diversifikasi Pasar dan Ketahanan Ekonomi
Kesepakatan ini menjadi strategi diversifikasi pasar bagi kedua pihak di tengah ketegangan perdagangan global, terutama terkait hubungan dengan Amerika Serikat dan China. Uni Eropa pada gilirannya memperkuat posisinya dalam jaringan perdagangan global multipolar, sementara India memperluas pengaruh ekonominya di luar kawasan Asia. (euronews)
Dampak pada Pekerjaan, Investasi, dan Mobilitas
FTA ini juga membuka peluang kerja sama lintas batas dalam sektor jasa, teknologi, dan mobilitas sumber daya manusia yang lebih fleksibel.
Kerja Sama dalam Layanan dan Investasi
Ruang baru terbuka bagi perusahaan Eropa dan India untuk mengembangkan investasi bersama dalam:
- jasa finansial dan konsultasi,
- layanan profesional,
- sektor teknologi dan komunikasi. (Wikipedia)
Mobilitas Tenaga Terampil dan Pendidikan
Sebuah poin penting lain yang dibahas dalam kerangka kesepakatan adalah membuka jalur legal lebih luas bagi mahasiswa dan tenaga profesional India ke Uni Eropa agar keterampilan, penelitian, dan talenta bisa bergerak lebih efisien antara kedua kawasan. (Wikipedia)
Respons dan Perspektif Internasional
Posisi Uni Eropa dan India
Para pemimpin Uni Eropa menilai kesepakatan ini sebagai contoh nyata kerja sama antara “dua demokrasi besar dunia” yang menunjukkan bahwa prinsip kerja sama berbasis aturan (rules-based cooperation) tetap relevan dan efektif di tengah turbulensi global. (euronews)
Presiden Dewan Eropa António Costa menyatakan bahwa FTA ini mengukuhkan suara Uni Eropa dalam dunia multipolar, sekaligus menciptakan stabilitas ekonomi yang lebih kuat di saat tekanan proteksionis masih terasa. (euronews)
Kritik dan Kekhawatiran
Tidak semua pihak menyambut kesepakatan ini tanpa skeptisisme. Sekretaris Keuangan AS pernah menyatakan kekecewaannya, menilai bahwa FTA antara Uni Eropa dan India dapat mengurangi solidaritas Barat terhadap isu strategis tertentu — termasuk perjuangan bersama terkait ketergantungan terhadap energi Rusia dan dukungan terhadap Ukraina. (Reuters)
Namun sebagian besar analis ekonomi meyakini bahwa manfaat ekonomi jangka panjang dan peluang perluasan pasar jauh melebihi kekhawatiran geopolitik jangka pendek.
Tantangan Ratifikasi dan Implementasi
Walau ditandatangani secara resmi pada Januari 2026, kesepakatan ini masih harus melalui:
- ratifikasi oleh Parlemen Eropa,
- persetujuan dari negara-negara anggota Uni Eropa,
- dan pengesahan final oleh pemerintah India sebelum efektif. (Wikipedia)
Setelah tahap hukum dan administratif selesai, perjanjian ini diperkirakan akan mulai berlaku pada awal 2027, dengan penerapan bertahap dalam beberapa tahun ke depan.
Kesimpulan: Momentum Baru Perdagangan Global
Perjanjian perdagangan “mother of all deals” antara Uni Eropa dan India merupakan tonggak penting dalam sejarah hubungan ekonomi internasional, yang membuka era baru kerja sama strategis antara dua kekuatan ekonomi dunia.
Kesepakatan ini tidak hanya memberikan peluang luar biasa bagi pertumbuhan perdagangan, investasi, dan mobilitas manusia, tetapi juga menunjukkan bahwa kerja sama lintas benua tetap dapat dicapai meskipun tantangan global dan tekanan proteksionis meningkat.
Dengan pasar yang mencakup sekitar dua miliar konsumen, kesepakatan ini dipandang sebagai pilar integrasi ekonomi global di abad ke-21 dan sebagai contoh kerja sama luar negeri yang pragmatis dan menguntungkan di tengah dinamika geopolitik yang kompleks. (euronews)




Leave a comment