
Portugal kembali menorehkan prestasi gemilang di panggung lingkungan internasional. Kota Guimarães, yang dikenal secara emosional oleh masyarakat setempat sebagai “the cradle of Portugal” (tempat lahirnya bangsa Portugal), secara resmi telah dinobatkan sebagai Ibu Kota Hijau Eropa 2026 (European Green Capital 2026). Penghargaan bergengsi yang diberikan oleh Komisi Eropa ini membuktikan bahwa sebuah kota abad pertengahan yang kaya akan sejarah mampu bertransformasi menjadi pelopor inovasi keberlanjutan modern.
Bagi para pelancong dunia, momentum ini menjadikan Guimarães sebagai destinasi wajib kunjung. Berdasarkan ulasan mendalam Euronews Travel, kota ini sukses memadukan pelestarian warisan budaya dengan proyek ambisius bertajuk “One Planet City”. Proyek tersebut berfokus pada perluasan zona bebas kendaraan, koridor hijau, serta peningkatan kualitas udara secara drastis.
Pesona Wisata Ramah Lingkungan yang Wajib Dikunjungi
Jika Anda merencanakan liburan ramah lingkungan (eco-tourism) ke Guimarães, berikut adalah beberapa spot ikonik yang tidak boleh dilewatkan:
- Pusat Sejarah UNESCO yang Bebas Polusi Jantung kota Guimarães merupakan Labirin abad pertengahan yang diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Kawasan seperti Largo da Oliveira dan Praça de Santiago kini semakin nyaman dijelajahi dengan berjalan kaki berkat perluasan zona pedestrian yang bebas dari asap kendaraan bermotor. Informasi detail mengenai tata kelola perkotaan ini juga dirilis secara resmi dalam Guimarães Green Capital Magazine.
- Kombinasi Sejarah di Kastil Guimarães & Istana Adipati Braganza Bertengger di atas bukit, dua bangunan bersejarah ini merupakan simbol identitas nasional Portugal. Hebatnya, restorasi bangunan-bangunan tua di sini kini wajib menerapkan standar efisiensi energi yang ketat tanpa mengubah arsitektur aslinya yang menawan.
- Petualangan Hijau di Gunung Penha (Monte da Penha) Untuk pelarian total ke alam terbuka, Anda bisa menaiki kereta gantung (teleférico) rendah emisi menuju puncak Gunung Penha. Tempat ini menyajikan pemandangan lanskap hutan yang asri, formasi batuan granit raksasa, dan jalur trekking yang menenangkan. Keberhasilan integrasi jalur alam ini dipuji secara luas dalam agenda European Urban Resilience Forum.
Transformasi Berkelanjutan Menuju Target 2030
Keberhasilan Guimarães memenangkan predikat ini tidak terjadi dalam semalam. Menurut catatan Laboratório da Paisagem, kota di distrik Braga ini telah mendedikasikan lebih dari satu dekade untuk membenahi indikator lingkungan, termasuk pengelolaan sampah, penurunan polusi suara, dan pelestarian keanekaragaman hayati.
Dengan dana stimulus sebesar €600.000 dari Uni Eropa, Guimarães terus mempercepat langkahnya menuju target netralitas iklim penuh pada tahun 2030. Upaya komprehensif ini menempatkan Guimarães berdampingan dengan deretan pemenang iklim terdahulu seperti Tallinn dan Valencia, sebagaimana dirilis dalam daftar resmi EU Green Capital Award Winners.
Bagi dunia pariwisata, Guimarães menyajikan cetak biru masa depan: sebuah pembuktian bahwa kita bisa menghormati masa lalu sembari menjaga kelestarian bumi untuk masa depan.






Leave a Reply