Greenland, Copyright Copyright 2026 The Associated Press. All rights reserved

JAKARTA — Nama pulau terbesar di dunia, Greenland, kembali menjadi buah bibir di panggung internasional. Hal ini terjadi setelah mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan kritik tajam yang menyebut bahwa sistem pelayanan kesehatan di wilayah otonom milik Denmark tersebut sangat buruk dan tertinggal.

Namun, apakah kondisi lapangan di sana memang semenakutkan apa yang dikatakan oleh Trump? Laporan investigasi mendalam dari Euronews Health mencoba membedah realitas unik di balik manajemen medis wilayah Arktik ini. Hasilnya menunjukkan bahwa alih-alih “buruk”, sistem kesehatan Greenland sebenarnya sedang berjuang menghadapi tantangan geografis yang luar biasa ekstrem.

Tantangan Geografis: Dokter yang Harus “Terbang” Menembus Badai Es

Greenland memiliki populasi yang sangat sedikit, yakni hanya sekitar 56.000 jiwa yang tersebar di kota-kota kecil dan desa-desa pesisir yang terisolasi. Uniknya, tidak ada jalan raya yang menghubungkan antar-kota di pulau es ini.

Hal inilah yang membuat sistem pelayanan kesehatan mereka menjadi salah satu yang paling menantang di dunia:

  • Akses Evakuasi Udara: Untuk kasus darurat di desa terpencil, pasien harus dievakuasi menggunakan helikopter atau pesawat sewaan menuju rumah tangga utama di ibu kota Nuuk.
  • Cuaca Arktik yang Tak Menentu: Proses rujukan medis sering kali terhambat oleh badai salju ekstrem dan jarak pandang nol, yang membuat penerbangan medis menjadi sangat berbahaya.
  • Ketergantungan pada Tenaga Asing: Greenland masih sangat bergantung pada dokter dan perawat kontrak dari Denmark. Tantangan bahasa dan budaya dengan masyarakat lokal Inuit terkadang menjadi hambatan tersendiri dalam komunikasi medis.

Fasilitas Modern di Ibu Kota Nuuk yang Sering Diabaikan

Meskipun wilayah pelosoknya serba terbatas, klaim bahwa seluruh sistem kesehatan Greenland buruk adalah sebuah kekeliruan. Rumah sakit pusat mereka, Dronning Ingrids Hospital yang terletak di Nuuk, merupakan fasilitas medis yang dilengkapi dengan peralatan modern, teknologi pemindaian canggih, serta layanan telemedicine terintegrasi.

Pemerintah Greenland bersama Denmark terus mengucurkan dana investasi besar untuk memastikan setiap warga negara—bahkan yang tinggal di pulau terluar—tetap mendapatkan hak perawatan medis gratis yang ditanggung oleh negara.

Bagi para pelancong dan petualang yang berniat mengunjungi keindahan gunung es Greenland, otoritas wisata selalu mengingatkan pentingnya memiliki asuransi perjalanan internasional yang mencakup biaya evakuasi udara darurat medis (medevac). Langkah antisipasi ini krusial mengingat biaya logistik medis di wilayah Arktik bisa melonjak sangat tinggi akibat faktor cuaca.

Referensi Informasi Tambahan:

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai profil kesehatan global, riset medis, serta panduan asuransi perjalanan ke wilayah Arktik, Anda dapat menjelajahi tautan resmi berikut:

  1. Analisis mendalam seputar sistem kesehatan di wilayah Greenland: Euronews Health
  2. Data statistik dan profil kesehatan masyarakat di berbagai negara: World Health Organization (WHO)
  3. Panduan resmi pariwisata aman dan regulasi kunjungan ke Greenland: Visit Greenland
  4. Informasi tren pariwisata berkelanjutan dan kesehatan global: UN Tourism
  5. Tips memilih asuransi perjalanan internasional untuk medan ekstrem: Forbes Travel Insurance

Leave a Reply

Trending

Discover more from Kabar Eropa

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading