
BERN – Pemerintah Swiss secara terbuka menyatakan tengah mempertimbangkan opsi untuk membatalkan sepenuhnya kontrak pembelian sistem pertahanan udara Patriot buatan Amerika Serikat (AS). Langkah ini diambil menyusul ketidakpastian jadwal pengiriman serta pembekuan pembayaran yang telah dilakukan Swiss sejak musim gugur tahun lalu.
Menteri Pertahanan Swiss, Martin Pfister, mengonfirmasi bahwa pembatalan kontrak merupakan salah satu skenario nyata yang sedang dibahas dengan Washington. Keputusan final mengenai kelanjutan proyek ini diperkirakan akan diumumkan pada akhir Juni mendatang.
Alasan Penundaan: Prioritas AS Bergeser
Pada tahun 2022, Swiss—yang bukan merupakan anggota NATO—menandatangani kontrak senilai 2,2 miliar dolar AS untuk mendatangkan lima baterai sistem pertahanan udara Patriot. Berdasarkan kesepakatan awal, pengiriman seharusnya dimulai tahun ini dan rampung pada tahun 2028.
Namun, Pemerintah AS memutuskan untuk mengubah prioritas pasokan militernya demi mendukung Ukraina dan merespons dinamika konflik di Timur Tengah. Akibat kebijakan restrukturisasi tersebut, jadwal pengiriman untuk Swiss diperkirakan mundur empat hingga lima tahun, sehingga sistem Patriot kemungkinan baru bisa tiba sekitar tahun 2030 atau 2032.
“Perubahan prioritas Amerika Serikat telah secara mendasar mengubah basis kontraktual dari perjanjian ini,” ungkap perwakilan Dewan Federal Swiss.
Pembekuan Dana dan Dampak Hubungan Militer
Sebagai bentuk protes dan tekanan agar AS memberikan kepastian hukum terkait tenggat pengiriman, Swiss telah menghentikan setoran dana ke rekening pengadaan Patriot sejak akhir 2025.
Ketegangan ini berpotensi merembet ke kerja sama militer kedua negara lainnya. Swiss mengkhawatirkan masalah Patriot dapat mengganggu portofolio kesepakatan Foreign Military Sales (FMS) dengan AS, termasuk:
- Kontrak pembelian jet tempur siluman F-35A senilai 7,5 miliar dolar AS.
- Pengadaan suku cadang untuk armada jet tempur F/A-18 Hornet milik Angkatan Udara Swiss.
Situasi makin rumit setelah Bern mengonfirmasi bahwa pihak AS sempat mengalihkan sebagian pembayaran Swiss yang ditujukan untuk proyek F-35 ke proyek Patriot. Meski dinilai sangat tidak memuaskan, otoritas persenjataan Swiss menyatakan tindakan tersebut secara kontraktual memang dimungkinkan. Hingga kini, nasib dana sekitar 700 juta franc Swiss yang sudah terlanjur dibayarkan sebagai uang muka Patriot juga belum memiliki kejelasan hukum jika kontrak benar-benar diputus.
Melirik Alternatif dari Eropa
Untuk mengantisipasi kekosongan pertahanan udara jangka panjang, Kementerian Pertahanan Swiss bergerak cepat dengan menjajaki sistem alternatif. Langkah ini diambil agar Swiss tidak lagi bergantung pada satu rantai pasok atau satu negara saja.
Swiss dikabarkan telah meminta proposal dari lima produsen pertahanan, dengan fokus utama pada sistem buatan Eropa. Salah satu kandidat kuat yang dilirik adalah sistem SAMP/T (sistem rudal darat ke udara jarak menengah) yang dikembangkan oleh konsorsium Prancis-Italia, Eurosam. Jika Swiss beralih ke SAMP/T sekarang, pabrikan memperkirakan unit pertama dapat dikirimkan pada tahun 2029.






Leave a Reply