
LONDON – Kepolisian setempat resmi menyatakan aksi penusukan dua pria di kawasan Golders Green, London Utara, sebagai insiden terorisme. Pelaku diduga kuat sengaja mengincar korban yang mengenakan atribut keagamaan, memicu kekhawatiran mendalam atas serangkaian serangan bermotif kebencian yang menargetkan komunitas tersebut dalam beberapa pekan terakhir.
Kronologi Penusukan di Kawasan Pemukiman
Insiden mengerikan ini terjadi di Highfield Avenue, kawasan Golders Green—sebuah wilayah yang dikenal sebagai salah satu pusat pemukiman komunitas keagamaan terbesar di ibu kota Inggris.
Menurut laporan kronologi kejadian, pelaku bersenjata pisau terlihat berjalan di area publik sebelum akhirnya menerjang dan menusuk dua orang pria masing-masing berusia 76 tahun dan 34 tahun. Rekaman kamera pengawas (CCTV) menunjukkan salah satu korban diserang secara mendadak saat sedang berada di sekitar halte bus.
Warga yang berada di sekitar lokasi langsung bergerak cepat membuntuti pelaku sembari menghubungi pihak berwenang. Petugas kepolisian yang tiba di lokasi terpaksa menggunakan alat penyengat listrik (taser) untuk melumpuhkan dan membekuk pria berusia 45 tahun tersebut karena kedapatan mencoba menyerang petugas yang hendak menangkapnya.
Pelaku Hadapi Dakwaan Percobaan Pembunuhan
Otoritas penegak hukum Inggris telah mengidentifikasi pelaku sebagai Essa Suleiman. Komando Penanggulangan Terorisme yang memimpin investigasi mengonfirmasi bahwa kasus ini resmi ditangani sebagai aksi terorisme.
Penyelidikan mendalam mengungkapkan bahwa sebelum melakukan aksi di Golders Green, pelaku juga terlibat dalam pertikaian terpisah dan melakukan penyerangan terhadap seorang pria lain di wilayah Southwark, London Tenggara, pada pagi hari yang sama. Atas rentetan aksi brutal tersebut, Kejaksaan Agung Inggris (Crown Prosecution Service) resmi menjatuhkan tiga dakwaan percobaan pembunuhan serta satu dakwaan kepemilikan senjata tajam terhadap Suleiman.
Respons Pemerintah dan Kecaman Luas
Kedua korban penusukan dilaporkan berada dalam kondisi stabil setelah dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan medis intensif atas luka tusukan yang mereka derita.
Insiden teror ini langsung memicu kecaman keras dari berbagai pihak, termasuk jajaran pemerintahan Inggris dan Istana Buckingham. Perdana Menteri menegaskan bahwa serangan terhadap komunitas keagamaan merupakan pelanggaran berat terhadap nilai-nilai dasar negara dan berjanji akan mengambil langkah tegas dalam menumpas segala bentuk ekstremisme hingga ke akarnya.
Sementara itu, berbagai tokoh lintas agama di Inggris juga merilis pernyataan solidaritas bersama dan mengutuk keras tindakan kekerasan sepihak tersebut demi menjaga harmoni antarumat beragama di London.






Leave a Reply