Presiden Polandia Karol Nawrocki mengambil keputusan radikal untuk mencabut penghargaan negara tertinggi, Order of the White Eagle, dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy

Hubungan diplomatik antara dua sekutu strategis, Polandia dan Ukraina, berada di titik nadir setelah Presiden Polandia Karol Nawrocki mengambil keputusan radikal untuk mencabut penghargaan negara tertinggi, Order of the White Eagle, dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Langkah ini memicu krisis diplomatik serius di tengah kecamuk perang Ukraina yang telah berlangsung selama lebih dari empat tahun.

Berdasarkan laporan utama Euronews, pencabutan medali yang diberikan pada tahun 2023 tersebut dipicu oleh kemarahan Warsawa atas keputusan Zelenskyy menetapkan nama unit pasukan khusus Ukraina dengan kehormatan “Pahlawan UPA” (Ukrainian Insurgent Army). Bagi publik Polandia, kelompok nasionalis era Perang Dunia II tersebut memegang tanggung jawab kelam atas pembantaian massal (Genosida Volhynia) yang menewaskan hingga 100,000 warga sipil etnis Polandia.

Respons keras langsung datang dari Kyiv. Informasi dari The Financial Times menyebutkan bahwa Zelenskyy memilih untuk langsung mengembalikan medali tersebut melalui pos guna menghindari debat kusir yang memalukan. Namun, ia melayangkan sindiran tajam kepada Warsawa dengan membandingkan dirinya dengan tokoh fasis Benito Mussolini dan mantan Kanselir Jerman pro-Rusia Gerhard Schröder yang hingga kini status penghargaan Polandia mereka tidak pernah dicabut.

Solidaritas Pejabat Ukraina dan Kekhawatiran Intervensi Rusia

Langkah Warsawa memicu gelombang boikot dari para pejabat tinggi Ukraina. Berdasarkan pemberitaan The New Voice of Ukraine, Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha beserta sejumlah mantan presiden seperti Leonid Kuchma, Viktor Yushchenko, dan Petro Poroshenko menyatakan ikut mengembalikan tanda kehormatan yang pernah mereka terima dari Polandia sebagai bentuk solidaritas kepada Zelenskyy. Sybiha bahkan mengecam tindakan tersebut sebagai langkah impulsif yang melanggar batas penghormatan antarnegara.

Ketegangan internal ini menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan aliansi Barat karena dapat melemahkan stabilitas regional. Analisis dari The Times of India menyoroti peringatan dari Perdana Menteri Polandia Donald Tusk—yang merupakan lawan politik Presiden Nawrocki. Tusk mengimbau kedua pemimpin negara untuk segera meredam emosi karena keretakan ini dianggap sebagai “hadiah” yang sangat menguntungkan bagi agenda propaganda Vladimir Putin di Moskow.

Meskipun sengketa sejarah ini memanas, Presiden Nawrocki menegaskan bahwa keputusan domestik ini tidak akan mengubah komitmen keamanan jangka panjang Polandia untuk menyokong militer Ukraina dalam melawan invasi Rusia. Kendati demikian, peristiwa ini membuktikan betapa rapuhnya aliansi geopolitik modern ketika berhadapan langsung dengan luka sejarah masa lalu yang belum sepenuhnya sembuh.

Pelajari lebih lanjut dinamika politik dan latar belakang sejarah di balik perselisihan ini melalui ulasan komprehensif pada video Poland strips Zelensky of top state honour over WWII dispute • FRANCE 24 English.

Leave a Reply

Trending

Discover more from Kabar Eropa

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading