2026 The Associated Press

KIEV — Pasukan Pertahanan Ukraina melancarkan serangan drone skala besar yang menyasar infrastruktur minyak dan pangkalan militer Rusia di wilayah Saint Petersburg. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengonfirmasi serangan udara tersebut sebagai bagian dari langkah strategis untuk melumpuhkan pendanaan perang Moskow.

Zelenskyy menyebut operasi jarak jauh ini sebagai bentuk “sanksi mandiri” Ukraina terhadap Rusia. Target yang disasar terletak sekitar 850 kilometer dari perbatasan Ukraina, membuktikan peningkatan kemampuan penetrasi udara milik militer Kiev yang semakin jauh ke dalam wilayah Rusia.

“Pasukan Pertahanan Ukraina berhasil menghantam infrastruktur pelabuhan minyak yang menjadi sumber pendapatan bagi mesin perang Rusia. Selain itu, serangan sukses juga diarahkan ke Kronstadt, sebuah target militer yang sangat penting,” ujar Zelenskyy melalui pernyataan resminya di saluran Telegram.

Terminal Minyak Terbesar Terbakar

Gubernur Saint Petersburg, Alexander Beglov, membenarkan terjadinya serangan drone masif yang melanda kota terbesar kedua di Rusia tersebut. Ia mengonfirmasi bahwa Terminal Minyak Saint Petersburg—salah satu fasilitas penyimpanan dan ekspor bahan bakar terbesar di Rusia—mengalami kerusakan akibat hantaman drone. Kendati demikian, otoritas setempat melaporkan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Terminal minyak yang berlokasi di Teluk Finlandia ini memiliki kapasitas penyaluran hingga 12,5 juta ton produk bahan bakar per tahun. Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan kepulan asap hitam pekat serta kobaran api membubung tinggi dari area pelabuhan tersebut pascaserangan.

Selain terminal minyak utama, Gubernur Wilayah Leningrad, Alexander Drozdenko, melaporkan bahwa drone Ukraina juga menyerang Pelabuhan Vysotsk, yang berjarak sekitar 170 kilometer di sebelah barat laut Saint Petersburg. Pelabuhan tersebut merupakan jalur krusial untuk komoditas minyak, batu bara, dan gas alam cair (LNG).

Upaya Rusia Menahan Serangan

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa unit pertahanan udara mereka mendeteksi dan menjatuhkan lebih dari 500 target udara, termasuk puluhan drone di wilayah Leningrad. Untuk mengantisipasi navigasi drone Ukraina, otoritas Rusia sempat menghentikan sementara operasional penerbangan di Bandara Pulkovo dan membatasi jaringan internet seluler di area perkotaan.

Serangan intensif Ukraina terhadap sektor energi ini memperparah krisis pasokan bahan bakar domestik yang tengah dihadapi Rusia. Beberapa hari sebelumnya, Presiden Vladimir Putin sempat mengakui adanya kelangkaan bahan bakar di dalam negeri akibat rentetan serangan drone Ukraina, dan langsung menandatangani undang-undang baru yang dirancang untuk mengamankan pasokan pasar domestik.

Pihak Kiev menegaskan bahwa jaringan kilang dan terminal minyak Rusia akan terus menjadi target sah operasional mereka selama Moskow masih mengandalkan ekspor bahan bakar fosil untuk membiayai agresi militernya di Ukraina.

Leave a Reply

Trending

Discover more from Kabar Eropa

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading