AP Photo

PARIS – Perayaan Hari Bastille Prancis tahun ini membawa pesan politik dan militer yang sangat kuat bagi dunia. Pasukan militer dan pesawat tempur dari berbagai penjuru Eropa turut serta dalam parade megah yang berlangsung di sepanjang jalan Champs-Élysées, Paris, pada Selasa (14/7/2026). Kehadiran militer internasional ini secara khusus ditujukan sebagai bentuk unjuk persatuan, kebangkitan pertahanan Eropa, serta dukungan tanpa henti bagi Ukraina.

Parade militer yang memperingati peristiwa penyerbuan penjara Bastille pada tahun 1789 ini menjadi momen yang bersejarah. Acara ini dipimpin langsung oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron dan dihadiri oleh puluhan kepala negara serta pemerintahan asing. Di antara para tamu kehormatan, tampak Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Kanselir Jerman Friedrich Merz, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, serta Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.

Tahun ini menjadi momen krusial karena merupakan parade Hari Bastille terakhir yang dipimpin oleh Macron sebelum masa jabatannya berakhir tahun depan. Pihak kepresidenan Prancis menegaskan bahwa pergelaran berskala besar ini merupakan simbol dari “kebangunan strategis Eropa” dalam menghadapi situasi dunia yang kian berbahaya, terutama setelah lebih dari empat tahun invasi penuh Rusia di Ukraina.

Prosesi parade militer tahun ini mencetak rekor terbesar dengan melibatkan hampir 6.700 personel militer, 98 pesawat, 31 helikopter, dan 315 kendaraan tempur. Barisan pawai dibuka secara heroik oleh sekitar 500 tentara yang mewakili 35 negara anggota Coalition of the Willing (Koalisi Sukarela). Koalisi ini digagas oleh Prancis dan Inggris sejak tahun lalu untuk mempersiapkan pasukan multinasional bentukan Eropa.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, sebanyak 25 prajurit garis depan Ukraina turut berbaris di atas jalanan berbatu Paris, yang langsung disambut riuh tepuk tangan dari masyarakat yang memadati lokasi. Solidaritas tidak hanya terlihat di darat, melainkan juga di udara. Atraksi udara yang memukau menampilkan jet tempur Mirage 2000B milik Angkatan Udara Prancis yang diterbangkan bersama oleh pilot Prancis dan kopilot Ukraina yang telah menempuh pelatihan khusus di Prancis. Selain itu, jet-jet tempur dari Jerman, Inggris, Polandia, Spanyol, dan Italia ikut membelah langit Paris.

“Pesan yang kami kirimkan kepada dunia adalah: Ya, perdamaian adalah tujuan kami. Kami menghargai kebebasan dan hukum. Kami siap berjuang demi mempertahankannya,” ujar Presiden Macron dalam pidatonya di hadapan angkatan bersenjata.

Sehari sebelum parade berlangsung, para pemimpin koalisi telah mengadakan pertemuan intensif di Paris. Sebanyak 10 negara Eropa, termasuk Ukraina, mengumumkan pembentukan Koalisi Rudal Anti-Balistik Terintegrasi (Integrated Anti-Ballistic Missile Coalition) guna memperkuat sistem pertahanan udara Eropa.

Meskipun perayaan nasional ini sempat dibayangi oleh gelombang panas ekstrem yang melanda Prancis dan memaksa pembatalan pesta kembang api tradisional di beberapa wilayah, antusiasme masyarakat tetap tinggi. Parade Hari Bastille 2026 sukses mengirimkan sinyal tegas kepada Kremlin maupun sekutu global bahwa Eropa kini semakin mandiri, bersatu padu, dan berkomitmen penuh menjaga kedaulatan wilayahnya serta mendukung perjuangan Ukraina hingga akhir.

Leave a Reply

Trending

Discover more from Kabar Eropa

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading