
LONDON — Andy Burnham secara resmi menjabat sebagai Perdana Menteri Inggris usai melakukan pertemuan dengan Raja Charles III di Istana Buckingham pada Senin (20/7/2026). Dalam pidato pertamanya di depan kediaman resmi Downing Street Nomor 10, Burnham mengumumkan komitmennya untuk membawa stabilitas baru bagi Inggris melalui rencana pembangunan jangka panjang berdurasi 10 tahun.
Pengangkatan Burnham dilakukan setelah mantan Perdana Menteri Keir Starmer secara resmi mengajukan pengunduran dirinya kepada pihak kerajaan. Dengan pergantian ini, Burnham menjadi Perdana Menteri Inggris ke-59 sekaligus pemimpin pemerintahan ketujuh di negara tersebut dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir sejak referendum Brexit pada 2016.
Dalam pidato perdananya, Burnham secara terbuka mengakui adanya rasa frustrasi dan menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap iklim politik domestik. Ia menegaskan bahwa generasi politisi saat ini harus berbenah dan membuktikan bahwa sistem pemerintahan dapat kembali bekerja secara efektif bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Circuit Breaker” dan Desentralisasi Kekuasaan
Burnham menegaskan bahwa pemerintahannya akan menjadi circuit breaker atau pemutus arus stagnasi bagi Inggris. Ia menjanjikan transformasi politik dan ekonomi terbesar dalam 40 tahun terakhir guna mengoreksi arah kebijakan terdahulu yang dianggap terlalu memusatkan kekuasaan di Westminster dan memprivatisasi sektor-sektor esensial.
Sebagai mantan Wali Kota Greater Manchester, Burnham membawa visi desentralisasi radikal yang berfokus pada pemerataan pembangunan daerah. Salah satu rencana strategis yang diusungnya adalah pembentukan pusat pemerintahan sekunder bernama “No. 10 North” di Manchester. Langkah ini diambil untuk memastikan aliran wewenang dan sumber daya tidak lagi terpusat di London, melainkan tersebar ke seluruh penjuru negeri.
Langkah Cepat Penanganan Biaya Hidup
Meskipun cetak biru rencana 10 tahun baru akan dipaparkan secara mendalam pada akhir tahun ini, Burnham memastikan adanya tindakan cepat untuk meringankan beban masyarakat. Ia mengumumkan bahwa pemerintah akan segera merilis paket kebijakan bantuan biaya hidup (cost of living) beserta skema pembiayaannya.
Selain itu, instruksi prioritas utama yang langsung dikeluarkan Burnham saat memasuki kantor barunya adalah penanganan serius terhadap masalah tunawisma (rough sleeping). Pemerintahannya juga berkomitmen memperkuat kendali publik atas layanan-layanan dasar, mendorong re-industrialisasi berbasis industri lokal, memperbanyak pembangunan rumah bersubsidi, serta mereformasi sistem pendidikan dan layanan kesehatan mental bagi generasi muda.
Melalui pendekatan yang lebih kolaboratif dan berorientasi pada penyelesaian masalah, Burnham mengimbau seluruh elemen bangsa untuk bersatu dan mengembalikan optimisme serta harapan baru bagi masa depan Inggris.






Leave a Reply