Efrem Lukatsky/Copyright 2026The AP

KYIV — Rusia kembali melancarkan serangan udara berskala besar yang menyasar ibu kota Ukraina, Kyiv, pada Minggu dini hari (19/7/2026). Serangan intensif yang menggabungkan puluhan rudal balistik dan puluhan pesawat nirawak (drone) tersebut menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai sekurang-kurangnya 16 warga sipil.

Sirene tanda bahaya udara membahana di seluruh penjuru kota mulai sekitar pukul 01.30 waktu setempat. Rentetan ledakan keras terdengar selama beberapa jam saat sistem pertahanan udara Ukraina berjuang mencegat gelombang ancaman yang datang beruntun dari berbagai arah.

Gelombang Serangan Dahsyat

Berdasarkan data Angkatan Udara Ukraina, militer Rusia meluncurkan total 166 ancaman udara dalam serangan semalam. Jumlah tersebut mencakup 41 rudal dari berbagai jenis serta 125 drone tempur dan penyesat (decoy).

Proyektil yang diluncurkan mencakup 10 rudal hipersonik 3M22 Zircon, 25 rudal balistik Iskander-M/S-400, tiga rudal jelajah Oniks, dan tiga rudal udara terpandu Kh-59/69. Selain itu, Rusia melepaskan puluhan drone jenis Shahed, Gerbera, dan Italmas dari wilayah Kursk, Oryol, serta wilayah Krimea yang diduduki.

Sistem pertahanan udara Ukraina dilaporkan berhasil melumpuhkan atau menekan 126 target, yang terdiri atas 17 rudal balistik/hipersonik, satu rudal terpandu, dan 108 drone. Kendati demikian, sebanyak 23 rudal dan 10 drone berhasil menembus pertahanan dan menghantam 20 lokasi berbeda, sementara puing-puing proyektil yang hancur jatuh di 18 titik area pemukiman.

Kerusakan Meluas di Berbagai Distrik

Dampak serangan terasa meluas di lima distrik utama Kyiv, yaitu Sviatoshynskyi, Shevchenkivskyi, Desnianskyi, Dniprovskyi, dan Solomyanskyi. Layanan Darurat Negara Ukraina melaporkan kebakaran hebat melalap bangunan kediaman warga, fasilitas non-pemukiman, perkantoran, hingga gedung asrama.

Di Distrik Sviatoshynskyi, tim penyelamat mengungsikan empat orang dari rumah tinggal yang terbakar. Di lokasi yang sama, satu korban ditemukan meninggal dunia di dalam bangunan tiga lantai. Serangan langsung juga merusak area penyeberangan bawah tanah dan vestibula atas Stasiun Metro Lukyanivska, yang memaksa stasiun tersebut ditutup sementara.

Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi serangan tersebut dan mengklaim sasaran utamanya adalah fasilitas militer dan industri pertahanan Ukraina. Menurut pihak Moskow, target mencakup pabrik pembuat drone Flamingo, fasilitas komponen rudal terpandu Neptune, serta terminal logistik yang menyimpan peralatan perang elektronik.

Tekanan pada Pertahanan Udara

Serangan masif ini terjadi di tengah krisis stok amunisi pertahanan udara Ukraina, khususnya rudal pencegat untuk sistem Patriot buatan Amerika Serikat. Dalam beberapa pekan terakhir, Rusia gencar memanfaatkan celah tersebut dengan mengarahkan rudal balistik berkecepatan tinggi yang sulit dijangkau oleh sistem pertahanan konvensional.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengonfirmasi bahwa sebagian besar rudal yang diluncurkan pada gelombang serangan kali ini sengaja diarahkan ke jantung ibu kota. Pemerintah Ukraina terus mendesak para sekutu Barat untuk mempercepat pasokan pasokan pertahanan udara tambahan guna melindungi wilayah sipil dari ancaman gempuran udara yang terus berlanjut.

Leave a Reply

Trending

Discover more from Kabar Eropa

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading