
LISBON — Kepolisian Keamanan Publik Portugal (Polícia de Segurança Pública atau PSP) menggelar operasi penertiban besar-besaran terhadap armada taksi di area kedatangan Bandara Humberto Delgado, Lisbon. Langkah tegas ini diambil setelah maraknya keluhan dan unggahan viral di media sosial yang menyebut taksi bandara setempat sebagai “jebakan bagi wisatawan” akibat berbagai praktik kecurangan.
Dalam operasi pemeriksaan jalan tersebut, jajaran Kepolisian Komando Metropolitam Lisbon memeriksa sekitar 100 unit taksi. Hasilnya, petugas berhasil mendeteksi sebanyak 67 pelanggaran hukum dan administrasi yang dilakukan oleh para pengemudi taksi.
Modus Operasi dan Temuan Pelanggaran
Langkah penertiban ini dipicu oleh banyaknya laporan wisatawan asing maupun warga lokal yang menjadi korban penipuan. Beberapa modus yang kerap ditemui antara lain pengemudi yang menolak menyalakan argometer (arsip tarif), menetapkan tarif tetap (fixed price) secara sepihak yang jauh di atas tarif normal, hingga sengaja mengambil rute memutar yang sangat jauh untuk membengkakkan biaya perjalanan. Bahkan, terdapat laporan pengemudi yang menggunakan aplikasi argometer palsu di ponsel pintar mereka serta hanya menerima pembayaran tunai.
Salah satu kasus yang sempat tular di media sosial memuat pengakuan wisatawan yang dimintai tarif hingga 20–25 euro untuk rute yang biasanya hanya memakan biaya sekitar 11 euro. Ketika penumpang menegur pengemudi karena tidak menyalakan argometer, pengemudi justru berhenti secara mendadak dan mematok harga secara sepihak.
Dari total 67 pelanggaran yang dicatat pihak kepolisian:
- 32 pelanggaran terkait dengan pemasangan atau penempatan argometer yang tidak sesuai aturan.
- 2 pelanggaran akibat kalibrasi argometer yang sudah kedaluwarsa.
- 18 pelanggaran terkait kelengkapan dokumen resmi, seperti tidak memiliki Sertifikat Pengemudi Taksi (CMT), lisensi mengemudi Grup 2, dokumen wajib kendaraan, hingga ketidaktersediaan asuransi.
- Pelanggaran keselamatan lainnya mencakup alat pemadam api ringan (APAR) yang kedaluwarsa, kondisi fisik kendaraan yang buruk, tidak menggunakan sabuk pengaman, hingga pengemudi yang berkendara di bawah pengaruh alkohol.
Protes dari Asosiasi Taksi
Meski mendapat apresiasi dari masyarakat dan wisatawan, operasi penertiban di area bandara ini memicu reaksi keras dari Asosiasi Transportasi Jalan Kendaraan Ringan Nasional Portugal (ANTRAL).
ANTRAL menilai bahwa pelaksanaan razia secara terbuka di pangkalan taksi kedatangan—bahkan saat penumpang masih berada di dalam kendaraan—menciptakan tontonan media yang merusak citra pariwisata negara dan industri taksi lokal. ANTRAL menegaskan bahwa mereka tidak menolak adanya pengawasan, namun menyayangkan metode penindakan yang dianggap terlampau dramatis dan mengganggu kenyamanan pengguna jasa.
Imbauan Keamanan bagi Wisatawan
Guna menghindari risiko penipuan saat berkunjung ke Lisbon, otoritas dan pengamat perjalanan mengimbau para wisatawan untuk selalu menggunakan pangkalan taksi resmi di luar terminal kedatangan. Wisatawan diminta memastikan pengemudi langsung menyalakan argometer begitu perjalanan dimulai, mengecek identitas resmi pengemudi di dalam armada, serta meminta bukti pembayaran (struk) sebelum melakukan transaksi. Pilihan moda transportasi lain seperti aplikasi ride-hailing, transportasi umum, atau layanan penjemputan terpesan (pre-booked transfer) juga disarankan untuk perjalanan yang lebih aman.






Leave a Reply