
MADRID — Badan Meteorologi Negara Spanyol (AEMET) melaporkan bahwa Spanyol mencatat suhu tertinggi sepanjang sejarah untuk bulan September, yaitu sebesar 45,7 derajat Celsius. Gelombang panas ekstrem yang terjadi di luar musim normal ini melanda berbagai wilayah di negara tersebut dan memperkuat peringatan para ahli terkait percepatan perubahan iklim di kawasan Eropa Barat.
Suhu ekstrem tersebut tercatat pada Kamis (3/9/2026) di kotamadya El Granado, yang terletak di provinsi Huelva, wilayah barat daya Andalusia. Angka ini menyamai rekor nasional sebelumnya yang dicatat pada 6 September 2016 di kota Montoro, wilayah Cordoba. Selain menjadi rekor tertinggi untuk bulan September, suhu 45,7°C ini juga menjadi puncaknya suhu tertinggi yang pernah terukur di Spanyol sepanjang tahun ini.
Fenomena panas yang luar biasa ini dipicu oleh pergerakan massa udara panas dan kering yang meluas dari Afrika Utara dan Laut Alboran ke Semenanjung Iberia. Kombinasi sistem tekanan udara rendah di barat daya semenanjung dan tekanan tinggi di utara Afrika membuat hawa panas terperangkap di sebagian besar wilayah Spanyol. Kondisi ini menyebabkan lonjakan suhu melebihi 40°C di wilayah selatan dan barat.
Akibat lonjakan suhu tersebut, AEMET sempat mengeluarkan peringatan bahaya tingkat tertinggi (status merah) untuk beberapa area kecil di Andalusia. Langkah pencegahan ini tercatat sebagai pertama kalinya peringatan tingkat tertinggi untuk cuaca panas diterbitkan pada bulan September sejak sistem peringatan dini diperkenalkan pada tahun 2007.
Dalam pernyataan resminya di media sosial, AEMET mengungkapkan bahwa periode Januari hingga Agustus tahun ini merupakan periode terpanas yang pernah dicatat di wilayah daratan Spanyol. Suhu rata-rata dalam rentang delapan bulan tersebut melampaui rekor-rekor tertinggi yang tercatat dalam empat tahun sebelumnya.
“Ini adalah tanda yang tidak dapat disangkal bahwa proses pemanasan global di Spanyol sedang mengalami percepatan,” ujar perwakilan AEMET. Sebelumnya, AEMET juga mengonfirmasi bahwa bulan Juli lalu tercatat sebagai bulan Juli terpanas sepanjang sejarah pencatatan cuaca di negara tersebut.
Gelombang panas ekstrem ini berdampak nyata terhadap kesehatan masyarakat. Sistem pemantauan kematian harian Spanyol (MoMo) memperkirakan terdapat lebih dari 2.000 kematian di bulan Agustus yang berkaitan erat dengan dampak paparan suhu tinggi. Selain masalah kesehatan, dampak iklim ini juga memicu ancaman kekeringan berkepanjangan serta meningkatkan risiko kebakaran hutan di wilayah selatan dan tengah Spanyol. Para ilmuwan menegaskan bahwa perubahan iklim akibat aktivitas manusia berperan besar dalam meningkatkan frekuensi, intensitas, dan durasi gelombang panas di Eropa.






Leave a Reply