
BRUSSEL — Di tengah gelombang sanksi ekonomi yang tajam dan isolasi diplomatik terhadap Moskow akibat invasi ke Ukraina, keterlibatan Rusia dalam salah satu proyek sains terbesar di dunia tetap berjalan. Uni Eropa (UE) mengonfirmasi bahwa Rusia tidak dapat dikeluarkan dari proyek reaksi fusi nuklir International Thermonuclear Experimental Reactor (ITER) yang berpusat di Prancis selatan.
Pertanyaan mengenai posisi Moskow muncul setelah sejumlah anggota Parlemen Eropa mempertanyakan keberlanjutan kerja sama riset ini. Namun, pihak Uni Eropa menegaskan bahwa mekanisme hukum internasional dan ketergantungan teknis membuat pemberhentian peran Rusia hampir tidak mungkin dilakukan.
Landasan Hukum yang Mengikat
Komisioner Energi Uni Eropa, Dan Jørgensen, menjelaskan bahwa perjanjian kerja sama ITER yang ditandatangani oleh para pendiri tidak menyediakan klausul penanggulangan atau pemecatan anggota secara paksa. Menurut aturan konsorsium, suatu negara anggota hanya dapat menghentikan partisipasinya atas kehendak atau kemauan negara itu sendiri.
ITER merupakan mega-proyek riset energi fusi internasional yang dirancang untuk meniru proses pembentukan energi pada matahari. Proyek ini melibatkan Uni Eropa (sebagai penyedia dana terbesar sekitar 45%), serta enam mitra utama lainnya: Rusia, Amerika Serikat, Tiongkok, India, Jepang, dan Korea Selatan, yang masing-masing berkontribusi sekitar 9,1%.
Kontribusi Berupa Komponen dan Teknologi
Salah satu alasan utama mengapa Rusia tetap dipertahankan adalah struktur kontribusi proyek ITER. Sebagian besar komitmen negara anggota tidak diserahkan dalam bentuk uang tunai, melainkan dalam bentuk pasokan perangkat keras, manufaktur sistem canggih, dan transfer teknologi (in-kind contributions). Hanya sekitar 10% dari total anggaran yang dibayarkan dalam bentuk dana segar.
Rusia bertanggung jawab atas pengerjaan beberapa komponen penting, termasuk kumparan magnet superkonduktor raksasa dan peralatan kelistrikan utama. Pihak berwenang Uni Eropa menyatakan bahwa Moskow sejauh ini telah memenuhi sebagian besar kewajiban manufakturnya. Menghentikan keterlibatan Rusia di tengah jalan dapat menyebabkan hambatan teknis serius, pembengkakan biaya, serta penundaan jadwal proyek yang sudah berulang kali mundur.
Efek Ketergantungan dan Pembatasan Peran
Meski Rusia tidak dapat dikeluarkan, Uni Eropa memastikan bahwa interaksi politik dan diplomatik dengan pihak Moskow dipangkas hingga ke tingkat seminimal mungkin. Kontak bilateral terbatas hanya pada urusan teknis operasional yang mendesak untuk memastikan keselamatan dan kelancaran konstruksi fasilitas.
Selain itu, Pejabat Uni Eropa menegaskan bahwa pengoperasian reaktor fusi di masa depan tidak akan memiliki ketergantungan kritis pada hak kekayaan intelektual (intellectual property rights) milik Rusia. Hal ini memastikan bahwa keberlanjutan proyek jangka panjang tidak tersandera oleh kebijakan geopolitik Moskow.
Pengecualian Khusus di Tengah Ketegangan Geopolitik
Sektor fusi nuklir ini menjadi pengecualian langka di saat hubungan sains dan ekonomi antara Barat dan Rusia hampir terputus total. Lembaga riset Eropa lainnya, seperti CERN, telah menghentikan perjanjian kerja sama dengan lembaga-lembaga ilmiah Rusia.
Meskipun perang di Ukraina terus berlanjut dan UE berupaya keras menghentikan ketergantungan pada bahan bakar fosil serta energi nuklir konvensional dari Rusia, proyek ITER tetap berjalan sebagai salah satu pilar terakhir kolaborasi ilmiah global. Bagi para ilmuwan dan regulator, impian untuk mewujudkan energi bersih yang tak terbatas melalui fusi nuklir mengalahkan dinamika konflik politik saat ini.






Leave a Reply