Firefighters responding to a large fire with black smoke rising from a building, accompanied by fire trucks and emergency personnel.
AP Photo

KYIV & MOSKOW — Eskalasi pertempuran udara antara Rusia dan Ukraina kembali meningkat tajam pada Sabtu malam hingga Minggu (13/9/2026) dini hari. Angkatan Udara Ukraina melaporkan bahwa militer Rusia meluncurkan gelombang serangan masif yang melibatkan lebih dari 450 pesawat nirawak (drone) ke berbagai wilayah Ukraina. Di saat yang bersamaan, pasukan pertahanan Ukraina melancarkan serangan balasan yang menargetkan fasilitas energi penting di wilayah Rusia.

Gelombang Serangan Massal Rusia

Berdasarkan laporan resmi dari Angkatan Udara Ukraina, Rusia mengerahkan sedikitnya 453 unit drone dari berbagai jenis, termasuk drone jelajah jarak jauh tipe Shahed, Gerbera, drone umpan Parodiya, hingga drone bertenaga mesin jet. Serangan ini bertujuan untuk melumpuhkan infrastruktur serta membongkar posisi sistem pertahanan udara Ukraina.

Sistem pertahanan udara dan unit peperangan elektronik Ukraina mengklaim telah berhasil melumpuhkan atau merontokkan setidaknya 409 target udara di antaranya. Meski demikian, beberapa drone dan serpihan amunisi dilaporkan berhasil menembus pertahanan dan jatuh di sedikitnya 13 lokasi berbeda.

Dampak dari gelombang serangan tersebut memicu kebakaran infrastruktur dan kerusakan bangunan di sejumlah daerah, termasuk wilayah Khmelnytskyi dan wilayah tengah Ukraina. Petugas penyelamat dan tim tanggap darurat segera dikerahkan ke lokasi-lokasi terdampak untuk memadamkan kobaran api serta menanggulangi kerusakan yang ditimbulkan.

Ukraina Hantam Kilang Minyak Slavyansk-ECO

Sebagai tanggapan atas gelombang serangan Rusia, Pasukan Pertahanan Ukraina bersama Direktorat Utama Intelijen Kementerian Pertahanan Ukraina (DIU) menggelar operasi serangan balasan presisi ke dalam wilayah Rusia.

Target utama serangan balasan tersebut adalah kilang minyak Slavyansk-ECO yang berlokasi di Slavyansk-on-Kuban, wilayah Krasnodar Krai, Rusia. Menurut keterangan resmi pihak intelijen Ukraina, unit operasi khusus berhasil menghantam fasilitas pemrosesan minyak mentah utama dan area tangki penyimpanan (tank farm) milik kilang tersebut.

Serangan menggunakan drone tersebut memicu kebakaran hebat yang melahap area industri minyak Rusia. Kepulan asap hitam pekat dan kobaran api dilaporkan dapat terlihat dari jarak puluhan kilometer. Kilang minyak Slavyansk-ECO dikenal sebagai salah satu fasilitas vital yang memasok bahan bakar bagi kebutuhan logistik militer Rusia di garda depan.

Perang Drone yang Kian Intensif

Insiden ini mempertegas tren Perang Rusia-Ukraina yang kini semakin bergantung pada penggunaan teknologi drone skala besar dan serangan udara jarak jauh. Kedua belah pihak saling menargetkan infrastruktur vital; Rusia berupaya menekan jaringan energi serta fasilitas sipil Ukraina, sementara Ukraina secara konsisten menyasar kilang minyak dan depot bahan bakar Rusia untuk memotong jalur pasokan logistik dan ekonomi perang Moskow.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah dari kedua negara masih terus memantau dampak kerusakan secara menyeluruh dan menginstruksikan kesiapsiagaan penuh bagi satuan pertahanan udara masing-masing.

Leave a Reply

Trending

Discover more from Kabar Eropa

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading