
PARIS — Paus Leo XIV memulai kunjungan resminya ke Prancis pada Jumat, 25 September 2026. Ini menjadi kunjungan kenabian pertama seorang pemimpin Gereja Katolik Roma ke ibu kota Prancis dalam hampir dua dekade terakhir. Agenda perjalanan selama empat hari tersebut mencakup penanganan krisis pelecehan seksual di lingkungan gereja, pembahasan regulasi Artificial Intelligence (AI), serta pertemuan diplomatik dengan jajaran pemimpin Uni Eropa.
Perjalanan yang berlangsung hingga 28 September ini melintasi tiga kota utama, yakni Paris, situs ziarah Lourdes, dan Metz di wilayah timur Prancis.
Memulihkan Kepercayaan pasca Skandal Pelecehan
Fokus utama lawatan ini adalah upaya pemulihan reputasi Gereja Katolik menyusul Laporan Sauvé pada 2021 yang mengungkap krisis kelam institusi tersebut. Laporan independen itu mencatat sedikitnya 330.000 anak menjadi korban pelecehan oleh rohaniwan maupun pengurus gereja di Prancis selama tujuh dekade terakhir.
Dalam perjalanannya ke Lourdes pada Minggu, 28 September, Paus dijadwalkan mengadakan pertemuan khusus dengan tujuh penyintas pelecehan. Pertemuan ini dirancang sebagai dialog terbuka untuk mendengarkan langsung kesaksian para korban, sekaligus mempertegas komitmen pertanggungjawaban institusi gereja. Langkah ini dinilai sangat krusial oleh para pengamat dan komunitas korban yang menuntut langkah nyata dari otoritas Vatikan.
Agenda Padat di Ibu Kota: Notre-Dame, AI, dan Misa Agung
Agenda Paus di Paris dibuka dengan penyambutan kenegaraan di Istana Élysée bersama Presiden Emmanuel Macron. Paus juga menyambangi Markas Besar UNESCO untuk menyampaikan pidato mengenai tata kelola teknologi global. Dalam kesempatan tersebut, Paus menegaskan kembali imbauannya agar para pemimpin dunia membatasi serta mengawasi perkembangan AI demi menjaga martabat dan keamanan umat manusia.
Momen historis lain terjadi saat Paus memimpin ibadat sore di Katedral Notre-Dame yang telah selesai direnovasi usai kebakaran besar pada 2019. Rangkaian kegiatan di Paris berlanjut dengan malam doa bersama puluhan ribu kaum muda di Stade de France serta pelaksanaan Misa Agung terbuka di kawasan Place de la Concorde dan Champs-Élysées yang dihadiri ratusan ribu umat.
Menyerukan Persatuan Eropa di Metz
Rangkaian kunjungan akan ditutup di kota Metz, wilayah yang memiliki nilai sejarah penting sebagai rumah bagi Robert Schuman, salah satu tokoh pendiri Uni Eropa. Di sana, Paus akan menyampaikan pidato mengenai “akar Eropa untuk perdamaian dan persatuan” di hadapan para pemimpin dari 27 negara anggota Uni Eropa atas undangan Presiden Macron.
Melalui pidato tersebut, Takhta Suci berharap dapat mendorong para pemimpin benua Biru untuk terus menjadi perekat persatuan dan pembawa perdamaian di tengah situasi geopolitik global yang penuh ketidakpastian.





Leave a Reply