
BERLIN — Jerman kembali menegaskan posisi kerasnya terkait Rancangan Anggaran Jangka Panjang Uni Eropa (EU) untuk periode 2028–2034. Di bawah kepemimpinan Kanselir Friedrich Merz, Berlin bersama sejumlah negara anggota blok “frugal” (hemat anggaran) mendesak adanya pemangkasan drastis hingga ratusan miliar euro dari usulan Komisi Eropa yang mendekati angka €2 triliun.
Sikap tegas ini disuarakan di tengah meningkatnya tekanan fiskal di berbagai negara anggota. Kanselir Friedrich Merz menyatakan bahwa proposal anggaran yang bernilai hampir €2 triliun tersebut sudah tidak realistis dan tidak terjangkau. Menurutnya, pada saat negara-negara anggota dipaksa melakukan penghematan anggaran domestik secara ketat, mustahil bagi Uni Eropa untuk meminta kontribusi finansial yang lebih besar dari masyarakat di tingkat nasional.
“Pada saat anggaran di semua negara anggota dipangkas, hal tersebut jelas mustahil untuk diwujudkan,” ujar Merz menegaskan penolakannya terhadap besaran anggaran yang diajukan.
Langkah keras Jerman ini didukung oleh aliansi negara-negara dengan pengeluaran konservatif lainnya, termasuk Belanda, Denmark, Austria, Finlandia, dan Swedia. Koalisi negara-negara tersebut sepakat bahwa anggaran jangka panjang blok atau yang dikenal sebagai Multiannual Financial Framework (MFF) harus dikurangi secara seimbang. Mereka menuntut agar pemangkasan anggaran dilakukan secara merata di semua lini kebijakan tanpa terkecuali.
Selain menuntut pemangkasan besar-besaran, Jerman juga secara tegas menolak gagasan penggunaan pinjaman bersama lanjutan (joint EU borrowing) untuk menutupi kekurangan dana anggaran tersebut. Merz memperingatkan bahwa tumpukan utang yang berlebihan dapat menjadi ancaman serius bagi kedaulatan serta kapasitas bertindak blok di masa depan. Pemerintah di setiap negara anggota, lanjutnya, harus memikul tugas berat dalam menentukan skala prioritas yang realistis.
Alih-alih mempertahankan pos anggaran konvensional yang dinilai usang, Berlin mendesak agar alokasi dana Uni Eropa dialihkan secara strategis. Jerman menginginkan fokus anggaran diarahkan langsung pada peningkatan daya saing kawasan (competitiveness) serta sektor pertahanan (defence) demi menjawab tantangan geopolitik global modern.
Proses negosiasi untuk mengesahkan MFF ini dipastikan tidak akan berjalan mudah. Berdasarkan regulasi Uni Eropa, rancangan anggaran jangka panjang memerlukan persetujuan bulat (unanimity) dari seluruh 27 negara anggota. Target kesepakatan dijadwalkan dapat tercapai pada akhir tahun 2026 ini.
Para pemimpin Uni Eropa kini dihadapkan pada tenggat waktu yang ketat untuk merumuskan kompromi antara ambisi belanja institusi pusat di Brussel dan realitas keterbatasan kapasitas fiskal di masing-masing negara anggota.





Leave a Reply