Arnd Wiegmann/Reuters

WINA – Laporan terbaru dari Klub Alpen Austria (Austrian Alpine Club) mengungkapkan kondisi yang sangat mengkhawatirkan terkait dampak perubahan iklim di wilayah pegunungan Eropa. Berdasarkan pemantauan selama dua tahun terakhir (periode 2024–2025), sebanyak 94 dari 96 gletser di Austria dilaporkan terus menyusut. Tim ahli menyebut fenomena ini sebagai “perkembangan dramatis” yang kian nyata menunjukkan dampak pemanasan global.

Berdasarkan data yang dirilis pada pertengahan Maret 2026, kemunduran atau penyusutan gletser di negara tersebut terjadi secara signifikan, baik dari segi panjang, luas, maupun volume. Secara rata-rata, gletser-gletser di Austria memendek hingga lebih dari 20 meter.

Kerusakan Terparah dan Disintegrasi Struktural

Laporan tahunan tersebut mencatat bahwa hilangnya massa es terbesar terjadi pada Gletser Alpeiner Ferner di wilayah Tyrol barat dan Gletser Stubacher Sonnblickkees di Salzburg bagian timur. Kedua gletser tersebut mengalami penyusutan panjang yang ekstrem, masing-masing kehilangan lebih dari 100 meter (Gletser Alpeiner Ferner mencatat penyusutan hingga 114,3 meter).

Kondisi kritis juga terlihat pada Pasterze, yang memegang predikat sebagai gletser terbesar di Austria. Bagian ujung gletser (lidah gletser) dilaporkan mengalami disintegrasi struktural atau mulai terpecah-pecah. Para ilmuwan dari Universitas Graz memperingatkan bahwa bagian lidah tersebut terancam runtuh sepenuhnya, yang berpotensi membelah gletser raksasa ini menjadi dua bagian dalam beberapa tahun ke depan.

Dipicu Cuaca Ekstrem dan Suhu Panas

Para pakar lingkungan menjelaskan bahwa kombinasi kondisi cuaca yang buruk menjadi pemicu utama cepatnya mencairnya es di pegunungan Alpen. Curah hujan salju yang sangat rendah selama musim dingin membuat gletser kehilangan lapisan pelindung alaminya. Kondisi ini diperparah oleh lonjakan suhu udara, di mana bulan Juni tahun lalu tercatat memiliki suhu rata-rata hampir 5 derajat Celsius lebih tinggi dari angka normal.

Meskipun tingkat penyusutan dalam laporan dua tahunan ini sedikit lebih rendah dibandingkan periode puncak sebelumnya, angka tahun ini tetap menempati peringkat ke-delapan sebagai penyusutan gletser terbesar dalam sejarah 135 tahun pencatatan di Austria. Fenomena serupa juga dilaporkan terjadi di negara tetangga, Swiss, yang telah kehilangan sekitar seperempat dari total ukuran gletsernya sejak tahun 2015.

Ancaman Nyata bagi Kehidupan Manusia

Penyusutan gletser di kawasan Eropa bukan sekadar hilangnya pemandangan alam yang indah, melainkan memiliki dampak sistemik yang sangat luas. Para ahli mengingatkan bahwa mencairnya cadangan es abadi ini akan mengancam ketersediaan air minum, menurunkan kapasitas pembangkit listrik tenaga air (PLTA), mengganggu sektor pertanian, merusak infrastruktur, serta memengaruhi aktivitas pariwisata musim dingin di wilayah Alpen.

Wakil Presiden Klub Alpen Austria, Nicole Slupetzky, menegaskan bahwa situasi saat ini sudah memasuki fase kritis.

“Gletser-gletser ini terus mencair, dan setiap kali laporan baru keluar, urgensinya semakin mendesak. Sekarang pertanyaannya bukan lagi apakah kita masih bisa menyelamatkan gletser dalam bentuknya yang lama, melainkan bagaimana kita bisa memitigasi dan mengantisipasi konsekuensi bencana ini bagi kehidupan kita sendiri,” ujar Slupetzky.

Pihak lembaga pemantau mendesak agar fakta lapangan ini menjadi wake-up call atau peringatan keras bagi para pembuat kebijakan global dan masyarakat luas untuk segera mengubah perilaku serta mengambil tindakan nyata dalam mengatasi krisis iklim.

Leave a Reply

Trending

Discover more from Kabar Eropa

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading