
Setiap tanggal 25 Maret, para pencinta kuliner di berbagai belahan dunia bersatu dalam kegembiraan untuk merayakan Hari Waffle Internasional (International Waffle Day). Kudapan renyah bercorak kotak-kotak ini bukan lagi sekadar menu sarapan biasa, melainkan telah bertransformasi menjadi simbol kreativitas kuliner global yang melintasi batas budaya dan generasi. Namun, tahukah Anda bagaimana hari istimewa ini bermula?
Salah Dengar yang Membawa Berkah Kuliner
Asal-usul Hari Waffle Internasional ternyata lahir dari sebuah kesalahpahaman linguistik yang unik di Swedia. Secara historis, masyarakat Swedia merayakan Vårfrudagen (Hari Santa Maria atau Annunciation Day) yang menandai awal musim semi.
Karena pelafalan Vårfrudagen terdengar sangat mirip dengan Våffeldagen (Hari Waffle) dalam dialek lokal, masyarakat setempat lambat laun mulai salah dengar dan justru merayakannya dengan memasak waffle. Kekeliruan yang jenaka ini akhirnya berkembang menjadi tradisi tahunan yang dicintai, tidak hanya di Swedia, tetapi juga diadopsi oleh berbagai negara di dunia.
Menelusuri Jejak Sejarah Waffle
Waffle memiliki rekam jejak sejarah yang sangat panjang. Jauh sebelum mendarat di pemanggang modern, cikal bakal waffle telah ada sejak zaman Yunani Kuno dalam bentuk kue dadar datar.
- Abad Pertengahan: Cetakan waffle besi dengan gagang panjang mulai digunakan di Eropa untuk memasak di atas api terbuka. Cetakan ini sering kali diukir dengan lambang keluarga atau motif keagamaan.
- Abad ke-14: Resep waffle tertulis paling awal ditemukan dalam manuskrip Prancis berjudul “Le Ménagier de Paris”, sebuah panduan rumah tangga yang ditulis untuk seorang istri muda.
- Abad ke-17: Imigran asal Belanda membawa tradisi pembuatan waffle ini ke Amerika Utara (New Netherland, yang kini menjadi New York), yang kemudian memicu popularitas waffle di Dunia Baru.
Ragam Waffle Populer di Berbagai Negara
Kini, setiap negara memiliki cara unik tersendiri dalam menyajikan hidangan legendaris ini:
| Negara | Jenis Waffle | Karakteristik Khas |
| Belgia | Brussels & Liège Waffle | Brussels waffle memiliki tekstur ringan dan renyah di luar, sedangkan Liège waffle lebih tebal dengan karamelisasi gula mutiara (pearl sugar) di dalamnya. |
| Swedia | Heart-Shaped Waffle | Berbentuk hati yang manis, sering kali diberi aroma kapulaga atau vanila, serta disajikan bersama buah beri dan krim segar saat tradisi minum kopi (fika). |
| Hong Kong | Bubble Egg Waffle | Dikenal dengan nama Gai daan jai, memiliki tekstur unik berbentuk gelembung-gelembung telur yang renyah di luar namun lembut di dalam. |
| Amerika Serikat | Buttermilk & Savoury Waffle | Memadukan rasa manis dan gurih, sering disajikan sebagai menu brunch bersama ayam goreng (fried chicken), daging asap, dan siraman sirup mapel. |
Cara Merayakan Hari Waffle
Merayakan Hari Waffle Internasional dapat dilakukan dengan berbagai cara sederhana namun menyenangkan. Anda bisa mulai dengan menghidupkan kembali pemanggang waffle di dapur rumah dan bereksperimen menggunakan berbagai pilihan takaran topping, mulai dari es krim, cokelat leleh, hingga kombinasi gurih seperti alpukat dan telur. Bagi yang ingin praktis, mengunjungi kedai waffle lokal bersama keluarga atau teman juga menjadi alternatif sempurna untuk mengapresiasi warisan kuliner yang kaya ini.
Selamat menikmati kelezatan waffle yang renyah di luar dan lembut di dalam!






Leave a Reply