AP Photo

BUDAPEST — Sebuah laporan investigasi terbaru mengungkapkan skandal diplomatik yang mengguncang Uni Eropa (UE). Menteri Luar Negeri Hongaria, Péter Szijjártó, diduga kuat secara rutin memberikan laporan langsung (live briefing) mengenai jalannya rapat-rapat internal UE yang bersifat tertutup kepada Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov.

Informasi tersebut bersumber dari bocoran rekaman komunikasi dan dokumen rahasia yang dianalisis oleh konsorsium jurnalis investigasi internasional (termasuk VSquare dan The Insider). Bocoran ini mengungkap kedalaman koordinasi di balik layar antara Budapest dan Moskow yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir.

Kronologi dan Detail Kebocoran

Berdasarkan laporan yang dirilis, Szijjártó kerap memanfaatkan waktu istirahat di sela-sela KTT Uni Eropa di Brussels untuk menghubungi Lavrov melalui sambungan telepon. Ia melaporkan poin-poin diskusi, perdebatan antar-pemimpin negara Eropa, serta opsi-opsi kebijakan yang tengah dipertimbangkan oleh blok tersebut.

“Melalui panggilan-panggilan telepon ini, setiap rapat Uni Eropa selama bertahun-tahun seolah-olah dihadiri langsung oleh Moskow di meja perundingan,” ungkap seorang pejabat keamanan Eropa yang menolak disebutkan identitasnya.

Salah satu poin penting yang terungkap dalam kebocoran ini mencakup kejadian pada Juli 2024. Tepat pada hari ketika Perdana Menteri Hongaria, Viktor Orbán, mengunjungi Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Kyiv, Szijjártó segera menghubungi Lavrov. Panggilan tersebut bertujuan untuk memberikan rincian pembicaraan sekaligus mengoordinasikan rencana kunjungan mendadak Orbán ke Moskow untuk menemui Vladimir Putin sebelum KTT NATO dimulai.

Selain itu, dokumen yang bocor menunjukkan bahwa Hongaria secara sistematis memanfaatkan isu hak-hak minoritas Hongaria di Ukraina untuk menjegal dan memperlambat negosiasi aksesi Ukraina ke dalam Uni Eropa—sebuah langkah yang dinilai sangat menguntungkan kepentingan geopolitik Rusia.

Reaksi Keras dan Pembelaan Hongaria

Kabar ini memicu gelombang kecaman, baik dari dalam negeri Hongaria maupun dari sesama anggota Uni Eropa.

  • Pihak Oposisi Hongaria: Péter Magyar, pemimpin partai oposisi Tisza, melayangkan kritik tajam dan menyebut tindakan Szijjártó sebagai bentuk pengkhianatan yang nyata. “Fakta bahwa Menteri Luar Negeri Hongaria melaporkan setiap jalannya rapat UE menit demi menit kepada Rusia adalah pengkhianatan mutlak. Pria ini telah mengkhianati negaranya dan juga Eropa,” tegas Magyar.
  • Uni Eropa: Komisi Eropa dikabarkan telah meminta klarifikasi resmi dari pemerintah Hongaria terkait laporan yang dinilai “sangat mengkhawatirkan” ini. Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk, turut berkomentar bahwa tindakan sekutu-sekutu Orbán yang menginformasikan Kremlin mengenai urusan internal UE sudah tidak mengejutkan lagi.

Di sisi lain, Menlu Péter Szijjártó tidak membantah adanya komunikasi tersebut, namun ia membela diri dengan dalih diplomasi. Melalui pernyataan di media sosial dan kampanye politiknya, Szijjártó menegaskan bahwa menjaga komunikasi dengan mitra di luar UE adalah hal yang wajar.

“Masalah energi, industri otomotif, dan keamanan berdampak langsung pada Hongaria. Oleh karena itu, hal ini harus didiskusikan dengan mitra di luar Uni Eropa. Saya tidak hanya berbicara dengan Menlu Rusia, tetapi juga dengan sejawat saya dari Amerika Serikat, Turki, Israel, dan Serbia,” ujar Szijjártó. Ia juga menambahkan bahwa dirinya tidak pernah melanggar protokol keamanan apa pun karena rapat tingkat menteri UE yang diikutinya tidak membahas rahasia negara yang bersifat krusial.

Leave a Reply

Trending

Discover more from Kabar Eropa

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading