
Terhimpit skandal domestik, PM Spanyol Pedro Sanchez membangun koalisi progresif Eropa melawan kebijakan Donald Trump guna mengamankan posisi politiknya di dalam negeri.
MADRID – Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, dilaporkan tengah gencar menggalang kekuatan politik lintas negara di Eropa untuk membentuk sebuah koalisi besar yang secara terbuka menentang kebijakan global Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Langkah diplomasi tingkat tinggi ini dibaca oleh para analis sebagai strategi cerdik Sanchez guna mengalihkan perhatian publik dari rentetan skandal domestik yang sedang mengancam pemerintahan progresifnya di Madrid.
Dilansir dari Euronews, manuver Sanchez ini mencuat setelah hubungan bilateral antara Madrid dan Washington menegang secara dramatis. Ketegangan dipicu oleh penolakan tegas Spanyol untuk memfasilitasi serangan militer AS terhadap Iran serta keputusannya melarang penggunaan pangkalan militer Rota dan Moron oleh pasukan Amerika. Merespons pembangkangan tersebut, Trump sempat mengeluarkan ancaman luar biasa untuk memutus seluruh jalur perdagangan dengan Spanyol.
Menjadikan Trump sebagai Musuh Bersama demi “Penyelamat” Domestik
Di dalam negeri, pemerintahan Sanchez sebenarnya tengah berada di ujung tanduk akibat berbagai isu sensitif, termasuk penyelidikan yudisial terhadap lingkaran terdekatnya. Alih-alih bersikap defensif, Sanchez memanfaatkan momentum friksi geopolitik ini untuk membangun narasi kepahlawanan baru di mata pemilih Spanyol.
Dengan memosisikan dirinya sebagai tameng utama Eropa melawan agenda “America First” dan gerakan MAGA (Make America Great Again), Sanchez berhasil membangkitkan kembali semangat gerakan anti-perang tradisional kelompok kiri Spanyol. Strategi ini terbukti efektif menggeser fokus perdebatan publik dari masalah korupsi domestik ke isu kedaulatan nasional.
“Spanyol tidak akan menjadi kaki tangan bagi sesuatu yang berdampak buruk bagi dunia, semata-mata hanya karena takut akan pembalasan ekonomi dari seseorang,” tegas Sanchez dalam sebuah pidato yang dikutip oleh The Guardian.
Menggalang “CPAC Progresif” di Barcelona
Sebagai langkah konkret dari pembentukan koalisi ini, pemerintahan Sanchez berencana menggelar pertemuan puncak (summit) berskala besar di Barcelona yang mempertemukan para pemimpin partai berhaluan kiri dan progresif dari seluruh penjuru Eropa. Pertemuan ini kerap dijuluki para pengamat sebagai tandingan dari Conservative Political Action Conference (CPAC) milik kubu sayap kanan global.
Langkah berani Spanyol ini mulai mendapat simpati dari beberapa sekutu regionalnya. Presiden Prancis Emmanuel Macron secara terbuka menyatakan solidaritasnya terhadap Spanyol atas ancaman pemaksaan ekonomi yang dilontarkan Washington. Selain itu, Komisioner Pasar Internal Uni Eropa, Stephane Sejourne, ikut menegaskan bahwa ancaman dagang terhadap satu negara anggota merupakan ancaman langsung terhadap seluruh blok Uni Eropa.
Pertaruhan Risiko Tinggi bagi Perekonomian Spanyol
Meskipun strategi politik luar negeri ini berhasil berfungsi sebagai pelampung penyelamat posisi Sanchez di parlemen, para pakar ekonomi mengingatkan adanya risiko besar di balik konfrontasi terbuka ini. Jika Trump benar-benar merealisasikan ancaman sanksi tarif atau blokade perdagangan, sektor ekspor Spanyol—terutama industri pertanian dan otomotif—bisa mengalami pukulan telak.
Selain itu, oposisi sayap kanan Spanyol mengkritik keras sikap Sanchez yang dinilai terlalu naif dan mengorbankan stabilitas ekonomi demi ambisi politik pribadinya. Mereka menilai bahwa menarik Spanyol ke dalam pusaran konflik langsung dengan kekuatan ekonomi terbesar dunia adalah sebuah perjudian berbahaya yang dapat merugikan jutaan warga Spanyol dalam jangka panjang.
Sumber Referensi:
- Euronews My Europe
- The Guardian – ‘No to war’: Sánchez doubles down after Trump threat to cut off trade with Spain
- European Parliament Legislative Observatory 2026 Updates






Leave a Reply