ISTANBUL — Pemerintah Belgia dan Turki secara resmi menandatangani pernyataan bersama (joint statement) yang bertujuan untuk memperkuat hubungan perdagangan dan investasi bilateral kedua negara. Kesepakatan strategis ini dicapai di sela-sela Misi Ekonomi Belgia ke Turki yang berlangsung pada pertengahan Mei 2026.

Misi ekonomi tingkat tinggi yang dipimpin langsung oleh Ratu Mathilde dari Belgia ini menjadi penanda ambisius babak baru hubungan bilateral kedua negara setelah hampir 14 tahun sejak misi serupa terakhir digelar. Kunjungan multi-sektoral ini dipusatkan di dua poros ekonomi utama Turki, yaitu Istanbul dan Ankara.

Delegasi Raksasa dan Sektor Prioritas

Belgia memboyong delegasi besar yang terdiri atas lebih dari 400 pelaku usaha, akademisi, pejabat federal, serta perwakilan pemerintah regional. Penandatanganan perjanjian dilakukan di Istanbul oleh Menteri Urusan Luar Negeri Belgia Maxime Prévot, serta Menteri Pertahanan dan Perdagangan Luar Negeri Theo Francken, bersama Menteri Perdagangan Turki Ömer Bolat.

Dalam pembukaan agenda tersebut, Menteri Prévot menyampaikan bahwa kehadiran Ratu Mathilde menegaskan betapa pentingnya posisi Turki bagi kemitraan strategis Belgia. Di tengah ketidakpastian geopolitik global dan pergeseran rantai pasok, kerja sama ini difokuskan pada lima sektor masa depan, antara lain:

  • Transisi Energi Hijau: Memanfaatkan peluang besar dalam pengembangan energi terbarukan dan efisiensi infrastruktur.
  • Dirgantara dan Pertahanan: Membuka peluang kemitraan bagi modernisasi industri pertahanan kedua negara.
  • Logistik, Transportasi, dan Pelabuhan: Meningkatkan keamanan infrastruktur pelabuhan kritis serta mendorong inovasi maritim berkelanjutan.
  • Teknologi Digital dan Industri 4.0: Kolaborasi pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) serta penguatan keamanan siber (cybersecurity).
  • Sains Kehidupan dan Farmasi (Life Sciences & Pharma): Identifikasi prioritas bersama dalam riset medis, inovasi pelayanan kesehatan, serta penanganan penyakit langka.

Dorongan Modernisasi Uni Bea Cukai Turki-UE

Menteri Perdagangan Turki, Ömer Bolat, menyambut baik komitmen Belgia dan menyatakan bahwa Ankara berkomitmen penuh untuk menarik lebih banyak investasi asing langsung melalui jaminan transparansi, prediktabilitas, dan perlindungan investor yang lebih kuat.

Dalam kesempatan tersebut, Turki juga secara khusus meminta dukungan Belgia untuk mendorong modernisasi perjanjian Uni Bea Cukai (Customs Union) antara Turki dan Uni Eropa (UE). Sebagai informasi, regulasi yang berlaku saat ini dinilai sudah usang karena hanya mencakup komoditas barang industri dan produk pertanian olahan. Modernisasi ini dipandang krusial agar cakupan perdagangan dapat diperluas demi menyesuaikan dinamika ekonomi modern.

Menteri-Presiden Flanders, Matthias Diependaele, menambahkan bahwa diplomasi ekonomi kini memegang peranan yang semakin vital. Kunjungan ke Turki bukan sekadar seremonial, melainkan jembatan konkret bagi perusahaan-perusahaan Belgia untuk mengamankan proyek investasi jangka panjang.

Fondasi Ekonomi yang Kokoh

Hubungan dagang antara Brussel dan Ankara sebenarnya telah memiliki fondasi yang kuat. Turki menempati posisi sebagai mitra dagang terbesar kelima bagi Belgia di luar Uni Eropa. Nilai ekspor Belgia ke Turki tercatat mencapai 6,5 miliarder euro, sementara angka impor dari Turki berada di kisaran 5,6 miliarder euro.

Bagi Belgia, geografi Turki yang strategis sebagai jembatan penghubung antara pasar Eropa, Asia, dan Timur Tengah merupakan aset penting untuk memperkuat strategi nearshoring (kemitraan dengan negara tetangga) demi membangun ketahanan rantai pasok komoditas. Melalui penandatanganan rangkaian Nota Kesepahaman (MoU) di bidang mobilitas, perlindungan sosial, keamanan pangan, hingga pertahanan, kedua negara sepakat untuk saling membuka akses pasar yang lebih adil dan kompetitif.

Leave a Reply

Trending

Discover more from Kabar Eropa

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading