
MOSKOW – Ukraina meluncurkan gelombang serangan drone dalam skala besar ke berbagai wilayah Rusia pada Sabtu (6/6/2026). Serangan udara ini bertepatan dengan hari terakhir Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF) serta momen di saat Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengadakan pembicaraan dengan mantan Kanselir Jerman, Gerhard Schröder.
Menurut laporan dari otoritas pertahanan Rusia, ratusan drone terdeteksi melintasi setidaknya belasan wilayah. Salah satu fokus serangan utama menyasar kawasan St. Petersburg dan wilayah Leningrad, memaksa otoritas setempat sempat memerintahkan warga untuk tetap berada di dalam rumah serta menghentikan operasi transportasi umum demi keselamatan.
Penetrasi Jalur Jauh Pasukan Khusus Ukraina
Pihak militer Ukraina, melalui pernyataan resmi Presiden Volodymyr Zelensky beserta Pasukan Operasi Khusus (SSO), mengonfirmasi keberhasilan operasi jarak jauh sejauh 1.000 kilometer dari perbatasan.
Serangan terkoordinasi tersebut berhasil menembus pertahanan udara Rusia dan menghantam pangkalan Angkatan Laut Armada Baltik di Kronstadt serta depot amunisi di Lebyazhye. Rekaman visual dari lokasi memperlihatkan kepulan asap hitam pekat membubung tinggi di dekat Galangan Kapal Kronstadt, yang merupakan fasilitas vital pemeliharaan kapal selam dan kapal permukaan Rusia.
Selain di wilayah utara, serangan drone Ukraina juga dilaporkan memicu kebakaran pada sebuah depot minyak di wilayah Krasnodar, Rusia Selatan. Kampanye serangan ini dinilai sebagai upaya strategis Kyiv untuk melumpuhkan infrastruktur energi serta logistik militer Kremlin.
Diplomasi di Tengah Konflik: Pertemuan Putin dan Schröder
Di tengah situasi darurat udara tersebut, Kremlin mengonfirmasi adanya pertemuan antara Vladimir Putin dengan Gerhard Schröder di sela-sela forum ekonomi. Kedatangan Schröder ke Moskwa memicu perhatian internasional menyusul isu mengenai potensi perannya sebagai mediator perdamaian.
Namun, juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, segera mengklarifikasi bahwa tidak ada proposal formal dari Putin untuk menunjuk Schröder sebagai mediator resmi Uni Eropa. Peskov menegaskan bahwa Putin hanya menyebut nama mantan kanselir tersebut dalam menanggapi pertanyaan media terkait sosok negarawan independen yang dinilai mampu menjembatani komunikasi.
“Putin tidak mengajukan Schröder secara formal. Jurnalis bertanya siapa yang menurutnya lebih disukai, dan beliau menjawab bahwa menurut pandangannya, orang itu adalah Schröder,” ujar Peskov.
Gagasan keterlibatan Schröder sendiri langsung mendapat penolakan keras dari Ukraina dan para sekutu Baratnya di Brussels. Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri, Kallas, menyatakan bahwa memberikan hak kepada Rusia untuk menentukan negosiator dari pihak Eropa adalah langkah yang “tidak cerdas” karena posisi Schröder yang dinilai terlalu dekat dengan kepentingan Moskwa.
Saling Balas Serangan Udara
Sementara itu, situasi di garis depan tetap membara. Pada malam yang sama, Rusia dilaporkan juga meluncurkan serangan udara masif menggunakan 272 drone tempur (termasuk varian Shahed dan Gerbera) yang menyasar wilayah utara, selatan, dan timur Ukraina.
Komando Angkatan Udara Ukraina mengeklaim berhasil menjatuhkan atau melumpuhkan 249 drone Rusia melalui unit pertahanan udara dan sistem perang elektronik. Kendati demikian, sisa drone yang lolos dilaporkan sempat menghantam 11 lokasi infrastruktur sipil dan pemukiman warga di wilayah Odesa dan Zaporizhzhia, yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dari pihak sipil.






Leave a Reply