
BRUSSELS — Mantan Perdana Menteris Hungaria, Viktor Orbán, kembali mengunjungi Brussels untuk pertama kalinya sejak kekalahan telak partainya dalam pemilu nasional baru-baru ini. Kehadiran Orbán di ibu kota Uni Eropa tersebut bertujuan untuk menghadiri pertemuan kelompok politik sayap kanan Patriots for Europe, sekaligus menandai babak baru bagi eksistensi politiknya di tingkat regional setelah kehilangan kekuasaan di dalam negeri.
Kehilangan Dominasi 16 Tahun
Kembalinya Orbán ke panggung Uni Eropa terjadi setelah lanskap politik Hungaria mengalami perubahan drastis pada pemilu parlemen yang digelar April 2026 lalu. Partai Fidesz yang dipimpin Orbán harus merelakan kekuasaan yang telah digenggam selama 16 tahun setelah kalah dari partai oposisi, Tisza, yang dipimpin oleh Péter Magyar.
Dalam pemilu dengan tingkat partisipasi rekor mencapai 79 persen tersebut, Partai Tisza berhasil mengamankan mayoritas dua pertiga kursi di parlemen (141 dari 199 kursi), sementara Fidesz hanya mampu mempertahankan 52 kursi. Orbán sendiri telah secara resmi mengakui kekalahan partainya dan memutuskan untuk tidak mengambil kursi legislatif yang dimenangkannya melalui sistem proporsional, serta menyerahkan tampuk kepemimpinan pemerintahan kepada Péter Magyar yang dilantik pada awal Mei.
Menggeser Fokus ke Uni Eropa
Meskipun tidak lagi menjabat sebagai kepala pemerintahan, Orbán tetap memegang kendali atas Partai Fidesz dan kini tampaknya mengalihkan fokus utamanya ke kancah politik Eropa. Pengamat menilai kunjungan ini merupakan langkah strategis Orbán untuk mengonsolidasikan kekuatan politik luar negerinya dan memastikan bahwa pengaruh kelompok kedaulatan (sovereigntist) tetap kuat di parlemen Uni Eropa.
Kelompok Patriots for Europe, di mana Fidesz menjadi salah satu pilar utamanya, merupakan aliansi partai-partai sayap kanan di Parlemen Eropa. Kehadiran Orbán di Brussels di tengah posisi barunya sebagai pemimpin oposisi domestik menunjukkan bahwa dirinya masih menjadi figur penting dalam jaringan populis dan sayap kanan Eropa.
Tantangan Baru di Brussels dan Budapest
Kembalinya Orbán ke Brussels kali ini membawa dinamika yang sangat berbeda dibandingkan kunjungan-kunjungan sebelumnya. Selama bertahun-tahun, ia dikenal sebagai “aktor penentang” di dalam Dewan Eropa yang sering menggunakan hak veto Hungaria untuk menjegal kebijakan Uni Eropa terkait bantuan Ukraina, sanksi terhadap Rusia, hingga kebijakan migrasi.
Kini, tanpa memegang mandat resmi sebagai perdana menteri, Orbán kehilangan kursi di Dewan Eropa dan hak suaranya atas nama negara Hungaria—hak yang kini beralih ke tangan Perdana Menteri baru, Péter Magyar, yang membawa visi lebih pro-Eropa dan berkomitmen untuk memperbaiki hubungan Budapest dengan Brussels.
Di sela-sela pertemuan tersebut, beberapa analis politik menilai bahwa langkah Orbán ini adalah upaya pembuktian bahwa kekalahan di tingkat nasional tidak serta-merta mengakhiri karier politik internasionalnya. Kendati demikian, Fidesz kini harus beradaptasi dengan peran barunya sebagai oposisi di dalam negeri, sembari menghadapi tantangan reformasi kelembagaan berskala besar yang tengah dicanangkan oleh pemerintahan baru Hungaria.






Leave a Reply