
LONDON — Andy Burnham secara resmi dideklarasikan sebagai pemimpin baru Partai Buruh Inggris pada Jumat, 17 Juli 2026. Momentum ini menjadi langkah final bagi mantan Wali Kota Greater Manchester tersebut sebelum dijadwalkan mengambil alih posisi Perdana Menteri Inggris pada pekan depan, menggantikan Keir Starmer yang mengundurkan diri.
Pengumuman ini disampaikan dalam Konferensi Khusus Partai Buruh di pusat kota London, setelah Burnham muncul sebagai calon tunggal dalam kontestasi kepemimpinan partai berhaluan kiri-tengah tersebut. Burnham berhasil mengamankan dukungan mayoritas mutlak, dengan mengantongi nominasi dari 379 dari total 403 anggota parlemen Partai Buruh di House of Commons.
Mengembalikan Harapan Rakyat
Dalam pidato pertamanya sebagai pemimpin partai, Burnham yang kerap dijuluki sebagai “King in the North” menegaskan komitmennya untuk membawa arah baru bagi pemerintahan yang belakangan dinilai goyah. Ia berjanji akan mengembalikan harapan bagi masyarakat dan wilayah yang telah lama terabaikan oleh konstelasi politik nasional.
“Kita tidak akan bisa mengalahkan kekuatan sayap kanan baru di Inggris jika kita terus terjebak dalam perselisihan internal dan menarik partai ke arah yang berbeda,” ujar Burnham di hadapan para aktivis partai dan pemimpin serikat pekerja. “Saya siap, dan saya memiliki rencana.”
Krisis kepemimpinan di tubuh Partai Buruh sendiri memuncak setelah popularitas partai merosot tajam menyusul penurunan kepuasan publik terhadap pemerintahan Keir Starmer. Starmer menghadapi tekanan hebat akibat krisis biaya hidup yang berkepanjangan serta faksionalisme internal, yang akhirnya memaksanya mengumumkan pengunduran diri pada Juni lalu.
Rencana Desentralisasi dan Pemulihan Ekonomi
Meski baru kembali ke parlemen setelah memenangkan pemilu sela sebulan yang lalu, Burnham langsung membawa agenda reformasi yang berani. Fokus utamanya adalah melakukan desentralisasi kekuasaan secara masif, yaitu memindahkan otoritas pengambilan keputusan dari pemerintah pusat di London ke para pemimpin lokal di kota-kota dan wilayah-wilayah regional Inggris.
Ia menilai bahwa Inggris telah mengambil arah yang keliru selama empat dekade terakhir, tepatnya sejak era 1980-an, ketika kekuatan politik terlalu dipusatkan di London sementara kekuatan ekonomi diprivatisasi secara berlebihan. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi tidak merata. Burnham berjanji akan menghadirkan “pertumbuhan yang baik di setiap kode pos” melalui peningkatan kontrol publik pada sektor-sektor kunci dan penciptaan lapangan kerja industri modern. Selain itu, ia juga berkomitmen mengatasi krisis tunawisma dengan menggenjot pembangunan perumahan sosial serta memperkuat jaminan layanan sosial.
Proses Transisi Pemerintahan
Keir Starmer dijadwalkan tetap menjabat sebagai Perdana Menteri hingga Senin besok, saat ia secara resmi mengajukan pengunduran dirinya kepada Raja Charles III. Segera setelah itu, Raja Charles III akan memanggil Andy Burnham ke Istana Buckingham untuk memintanya membentuk pemerintahan yang baru.
Berdasarkan sistem demokrasi parlementer di Inggris, partai yang memegang mayoritas di parlemen berhak mengganti pemimpin mereka—dan secara otomatis mengganti Perdana Menteri—tanpa harus menggelar pemilihan umum (Pemilu) nasional ulang. Pemilu Inggris berikutnya sendiri baru dijadwalkan paling lambat pada tahun 2029. Burnham akan menjadi Perdana Menteri ketujuh Inggris sejak tahun 2016, dan ia langsung dihadapkan pada tantangan berat termasuk memulihkan perekonomian yang lesu serta mengelola isu migrasi.






Leave a Reply