ATHENA — Gelombang panas ekstrem dan angin kencang yang menerjang wilayah Eropa Selatan terus memicu kebakaran hutan dahsyat di sejumlah negara Mediterania. Yunani kini menjadi pusat perhatian utama setelah kobaran api baru berkobar hebat di dekat wilayah ibu kota, sementara Spanyol dan Prancis masih berjuang menstabilkan titik-titik api yang telah membumihanguskan puluhan ribu hektar lahan.

Yunani Hadapi Cuaca Ekstrem dan Evakuasi Masal

Di Yunani, angin berkekuatan tinggi mempercepat penyebaran titik api di wilayah Porto Germeno, yang terletak di Teluk Korintus, sekitar 60 kilometer sebelah barat laut Athena. Api yang merambat cepat menembus kawasan hutan pinus dan pemukiman memaksa otoritas setempat mengeluarkan perintah evakuasi mendesak bagi warga di beberapa kota, termasuk Agia Paraskevi, Kryo Pigadi, dan Agios Nektarios. Lebih dari 200 warga bahkan harus dievakuasi melalui jalur laut dari kawasan pantai Agios Vasileios.

Ratusan petugas pemadam kebakaran, didukung puluhan armada pesawat helikopter dan pesawat pengangkut air, dikerahkan untuk menahan laju pergerakan tembok api sebelum malam tiba. Otoritas Perlindungan Sipil Yunani telah menerbitkan peringatan bahaya kebakaran hutan tingkat tinggi untuk wilayah Attika, Boeotia, dan Evia.

Kondisi diperparah oleh insiden tragis yang menimpa tim penyelamat. Tiga petugas pemadam kebakaran dilaporkan tewas saat berjuang mengendalikan kobaran api di Pulau Kreta dan wilayah Peloponnesos selatan akibat terjebak pusaran angin dan api yang berubah arah secara mendadak.

Kondisi di Spanyol Mulai Stabil Meski Titik Api Baru Bermunculan

Sementara itu di Spanyol, upaya pemadaman mulai menunjukkan perkembangan positif di beberapa wilayah tengah yang sebelumnya mengalami kerusakan terparah. Kebakaran besar di provinsi Ávila dan kawasan sekitar Madrid—yang tercatat sebagai salah satu kebakaran hutan terbesar dalam sejarah Spanyol dengan melahap lebih dari 43.000 hektar—kini dinyatakan mulai stabil. Ribuan warga yang sebelumnya diungsikan dari Madrid, Toledo, dan Ávila telah diizinkan kembali ke rumah masing-masing.

Kendati demikian, pemerintah Spanyol mengimbau masyarakat untuk tidak melonggarkan kewaspadaan. Suhu udara yang kembali meningkat dan kelembapan yang rendah memicu kekhawatiran munculnya kobaran api susulan. Di provinsi León dan Castellón, titik api baru dilaporkan muncul dan terus dipantau secara ketat oleh tim tanggap darurat. Sejak awal tahun, total luas lahan yang terbakar di seluruh Spanyol diperkirakan telah melampaui 207.000 hektar.

Dampak Krisis Iklim di Eropa Selatan

Fenomena kebakaran hutan musim panas kali ini juga meluas ke negara tetangga seperti Prancis, Portugal, dan Türkiye. Di Prancis selatan, wilayah Gironde dan Var terus bersiap menghadapi lonjakan suhu yang diperkirakan mencapai lebih dari 40 derajat Celsius.

Para ilmuwan dan pakar lingkungan menyatakan bahwa frekuensi serta intensitas kebakaran yang makin parah di Eropa merupakan dampak langsung dari perubahan iklim global. Gelombang panas yang berkepanjangan, kekeringan tanah, serta curah hujan yang minim menciptakan kondisi ideal bagi pemicuan api yang sulit dikendalikan. Negara-negara Uni Eropa kini memperkuat kerja sama lintas batas dengan mengirimkan bantuan personel dan armada udara guna menanggulangi bencana kebakaran terburuk dalam beberapa dekade terakhir.

Leave a Reply

Trending