AP Photo

KYIV – Gelombang serangan udara masif yang dilancarkan militer Rusia mengguncang ibu kota Ukraina, Kyiv, serta kawasan sekitarnya pada Rabu (5/8/2026) dini hari. Serangan berupa rentetan rudal balistik dan pesawat nirawak (drone) tersebut mengakibatkan sedikitnya 15 orang meninggal dunia dan lebih dari 40 orang mengalami luka-luka, serta memicu kebakaran hebat di berbagai fasilitas logistik dan pemukiman warga.

Berdasarkan laporan Layanan Darurat Negara Ukraina (State Emergency Service), mayoritas korban jiwa berada di wilayah luar ibu kota (Oblast Kyiv), di mana 14 orang dilaporkan tewas dan 27 lainnya terluka akibat hantaman proyektil dan puing-puing rudal. Sementara itu, di pusat kota Kyiv, satu orang dipastikan tewas dan sedikitnya 15 warga mengalami luka-luka.

Target Infrastruktur Sipil dan Pusat Logistik

Sirene peringatan bahaya udara terdengar meraung di seluruh penjuru kota sejak selepas tengah malam. Angkatan Udara Ukraina menyatakan bahwa Rusia mengombinasikan peluncuran rudal balistik, rudal supersonik, serta lebih dari 100 drone tempur dalam operasi serangan tersebut.

Hantaman rudal dan puing pemboman memicu kebakaran besar di sejumah titik logistik dan pergudangan bisnis sipil. Di wilayah Oblast Kyiv, kebakaran meluas dilaporkan terjadi di Distrik Brovary, Bucha, dan Fastiv. Kompleks pergudangan makanan, pusat distribusi logistik, hingga depo bahan bangunan di kawasan Velyka Dymerka, Kvitneve, Peremoha, dan Chaiky hangus terbakar.

Sementara di wilayah perkotaan Kyiv, otoritas militer setempat melaporkan bahwa tim pemadam kebakaran harus berjuang memadamkan api di empat distrik utama, yaitu Obolonskyi, Sviatoshynskyi, Holosiivskyi, dan Desnianskyi. Selain gudang dan pusat bisnis, beberapa bangunan kediaman warga dan tempat penyimpanan barang ritel juga mengalami kerusakan serius.

Serhii Beskrestnov, penasihat pengembangan teknologi pertahanan Kepresidenan Ukraina, menyampaikan bahwa strategi serangan musuh kini menyasar sektor logistik masyarakat secara membabi buta. Menurutnya, sasaran serangan tidak lagi terbatas pada fasilitas militer, melainkan pergudangan ritel, fasilitas penyimpanan bahan pangan, hingga depo material bangunan.

Zelenskyy Mendesak Tambahan Amunisi Pertahanan Udara

Menanggapi bencana tersebut, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menegaskan bahwa lokasi-lokasi yang dihantam rudal Rusia sama sekali tidak memiliki hubungan dengan aktivitas pertahanan maupun militer.

“Musuh secara sengaja menargetkan infrastruktur sipil dan perekonomian warga. Rudal balistik Rusia merusak fasilitas bisnis, pergudangan, dan depo logistik yang menopang kehidupan sehari-hari masyarakat,” ujar Zelenskyy dalam pernyataan resminya.

Zelenskyy kembali mengimbau para sekutu Barat untuk mempercepat pasokan amunisi pencegat (interceptor) untuk sistem pertahanan udara Patriot buatan Amerika Serikat. Saat ini, Patriot merupakan satu-satunya sistem pertahanan udara di arsenal Ukraina yang mampu menembak jatuh rudal balistik canggih milik Rusia.

“Kecepatan pengiriman amunisi pencegat balistik sangat krusial. Penundaan bantuan atau keraguan dari para mitra internasional berdampak langsung pada jatuhnya korban jiwa di pihak sipil dan rusaknya infrastruktur vital kami,” tegas Zelenskyy.

Hingga Rabu siang, tim penyelamat dan petugas pemadam kebakaran masih terus bekerja di lapangan untuk membersihkan puing-puing bangunan serta memastikan tidak ada warga yang masih tertimbun di bawah reruntuhan. Otoritas setempat mengkhawatirkan jumlah korban dapat terus bertambah seiring berlangsungnya proses evakuasi.

Leave a Reply

Trending

Discover more from Kabar Eropa

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading