Pretty Pink/Unsplash

ATHENA — Sektor pariwisata Yunani diperkirakan bakal terus mengalami pertumbuhan pesat hingga tahun 2027. Berdasarkan hasil riset terbaru yang dirilis oleh Organisasi Pariwisata Nasional Yunani (Greek National Tourism Organization, GNTO) bersama lembaga riset Mindhaus, minat warga Eropa untuk berkunjung maupun melakukan kunjungan ulang ke Negeri Para Dewa tersebut tetap berada di tingkat yang sangat tinggi.

Studi yang melibatkan hampir 8.000 responden dari 10 negara Eropa—termasuk Inggris, Jerman, Prancis, Italia, dan Spanyol—mengungkapkan bahwa sebanyak 29 persen wisatawan Eropa berencana berlibur ke Yunani sebelum Mei 2027. Temuan ini menempatkan Yunani di jajaran empat besar destinasi liburan paling diminati di Benua Biru, berada di bawah Rumania (45%), Italia (38%), dan Swedia (37%).

Daya Tarik Wisatawan Berulang dan Pergeseran Musim Liburan

Salah satu aspek paling signifikan dalam laporan tersebut adalah tingginya angka kunjungan ulang (repeat visitors). Dari total responden yang berencana mendatangi Yunani, mayoritas atau sebesar 58 persen mengaku pernah berlibur ke sana sebelumnya. Sementara itu, 42 persen sisanya merupakan wisatawan baru yang tertarik menjelajahi Yunani untuk pertama kali.

Fenomena ini membuktikan tingkat kepuasan dan loyalitas yang tinggi terhadap layanan pariwisata Yunani. Selain itu, data riset juga mencatat adanya tren pergeseran musim liburan dari periode puncak musim panas ke musim gugur (shoulder season).

Sekitar 35 persen responden menyatakan keinginan untuk berwisata pada rentang bulan September hingga November 2026, dengan bulan September menjadi pilihan paling favorit bagi 23 persen wisatawan. Pergeseran ini menjadi angin segar bagi industri pariwisata lokal karena dapat membantu mengurangi kepadatan lonjakan turis (overtourism) pada bulan-bulan puncak musim panas, sekaligus memperpanjang roda perekonomian sektor pariwisata sepanjang tahun.

Keunggulan Layanan dan Tantangan Efisiensi Biaya

Dalam hal penilaian kualitas destinasi, Yunani mengantongi skor kepuasan yang sangat memuaskan di berbagai ranah. Keberagaman pengalaman wisata menjadi alasan utama keberhasilan Yunani, dengan angka apresiasi mencapai 83 persen. Aspek keramahan masyarakat lokal menyulut angka kepuasan hingga 82 persen, disusul oleh tingkat keamanan sebesar 77 persen dan keandalan infrastruktur pariwisata sebesar 75 persen.

Meski demikian, laporan tersebut memberikan catatan khusus terkait persepsi kesesuaian harga dan nilai layanan (value for money). Aspek ini meraih angka apresiasi terendah, yakni 67 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa masalah daya saing harga dan kenaikan biaya perjalanan dapat menjadi titik tekan tersendiri bagi pemangku kepentingan pariwisata di Yunani.

Sekretaris Jenderal GNTO, Andreas Fiorentinos, menyatakan bahwa hasil riset ini mengonfirmasi posisi kuat Yunani di mata masyarakat Eropa. Menurutnya, Yunani berhasil membangun kepercayaan di antara wisatawan yang pernah datang, sekaligus menarik minat segmen audiens baru.

Pemerintah Yunani optimis keberagaman daya tarik wisata—mulai dari wisata pantai, peninggalan sejarah dan budaya, hingga wisata kuliner—akan terus memperkokoh posisi Yunani sebagai salah satu destinasi utama di kawasan Laut Tengah hingga beberapa tahun mendatang.

Leave a Reply

Trending