
DNIPRO — Sebuah gudang logistik milik Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) yang menyimpan pasokan bantuan medis kemanusiaan di kota Dnipro, Ukraina, hancur total akibat hantaman serangan udara. Kejadian tersebut dikonfirmasi langsung oleh Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang kembali menyerukan dengan tegas agar seluruh serangan yang mengincar fasilitas kesehatan dan kemanusiaan segera dihentikan.
Gudang yang berlokasi di Dnipro—kota terbesar keempat di Ukraina yang menjadi pusat distribusi logistik kemanusiaan utama—tersebut memuat berbagai perlengkapan medis penting serta obat-obatan penyelamat jiwa. Seluruh pasokan dalam fasilitas ini sedianya dialokasikan untuk menyokong operasional rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang berada di wilayah krisis dekat garis depan pertempuran.
Sebelum serangan menghancurkan area tersebut, para staf WHO bersama para pengemudi truk logistik sempat melakukan tindakan penyelamatan darurat secara cepat. Mereka bergerak mengangkut barang-barang bantuan keluar dari dalam bangunan sebelum hantaman terjadi. Dari total sekitar 300 palet bantuan medis yang tersimpan di dalam gudang, para petugas berhasil menyelamatkan sekitar 130 palet. Sayangnya, sisa pasokan medis yang belum sempat dipindahkan habis terbakar. Berdasarkan laporan awal, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka di antara staf WHO yang bertugas di lokasi kejadian.
Dalam pernyataan resminya, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengecam keras berulangnya penyerangan terhadap sarana kesehatan di wilayah konflik. Ia mengingatkan kembali bahwa hukum humaniter internasional secara mutlak melarang segala bentuk perusakan terhadap fasilitas kesehatan dan personel bantuan kemanusiaan.
“Serangan terhadap pelayanan kesehatan HARUS DIHENTIKAN. Jika tindakan seperti ini terus terjadi, masyarakat sipil akan kehilangan akses terhadap perawatan medis yang sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan nyawa mereka. Bahkan perang sekalipun memiliki aturan, dan salah satu aturan yang paling mendasar adalah bahwa sektor kesehatan harus selalu dilindungi,” tegas Tedros.
Kecaman senada juga disampaikan oleh Ombudsman Ukraina, Dmytro Lubinets. Ia menilai pengeboman terhadap gudang penyimpanan bantuan medis WHO tersebut sebagai bentuk tindakan yang sangat sinis dan tidak berperikemanusiaan. Menurut Lubinets, penghancuran stok obat-obatan ini secara langsung merampas sarana medis vital yang sangat dibutuhkan oleh pasien kritis serta korban luka di daerah terdampak pertempuran.
Peristiwa di Dnipro ini semakin memperpanjang daftar kelam kehancuran infrastruktur kesehatan di Ukraina. Berdasarkan data pemantauan WHO, telah tercatat lebih dari 3.100 serangan yang menyasar fasilitas pelayanan kesehatan, rumah sakit, armada ambulans, serta tenaga medis sejak konflik berskala besar pecah. Rangkaian serangan tersebut diperkirakan telah menyebabkan ratusan orang tewas dan ribuan lainnya mengalami luka-luka.
Hancurnya fasilitas logistik utama WHO di Dnipro memberikan dampak signifikan terhadap distribusi bantuan kemanusiaan di wilayah timur Ukraina. Keberadaan gudang ini sangat krusial dalam menjaga kesinambungan pasokan alat medis, obat-obatan darurat, serta perlengkapan bedah. Meski menghadapi kendala besar, pihak WHO dan lembaga kemanusiaan internasional berkomitmen untuk segera menyusun rute logistik alternatif demi memastikan pasokan medis bagi warga terdampak tetap terjamin.






Leave a Reply