BUDAPEST – Sebuah jaringan disinformasi yang terkait dengan aktor-aktor pro-Kremlin (Rusia) kedapatan meniru identitas media internasional terkemuka, Euronews, guna menyebarkan berita bohong (hoaks). Kampanye gelap ini sengaja dirancang untuk menyerang dan menjatuhkan reputasi pemimpin oposisi Hongaria, Péter Magyar, menjelang pemilihan parlemen di negara tersebut.

Berdasarkan investigasi tim verifikasi fakta Euronews (The Cube), taktik yang digunakan pelaku tergolong rapi. Mereka membuat sebuah situs web palsu yang secara visual sangat mirip dengan tampilan resmi Euronews. Di situs tiruan tersebut, mereka memuat artikel fiktif yang mengklaim bahwa Péter Magyar telah melayangkan kritik pedas terhadap mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam sebuah rapat umum kampanye.

Dalam artikel palsu itu, Magyar dituduh menyebut Donald Trump sebagai “kakek yang pikun”. Selain itu, ia juga difitnah berjanji akan membatalkan seluruh perjanjian penting yang telah disepakati antara Hongaria dan Amerika Serikat jika partainya memenangkan pemilu parlemen.

Untuk meyakinkan pembaca, pembuat hoaks bahkan mencatut nama jurnalis asli yang bekerja di Euronews. Tidak hanya dalam bentuk artikel tekstual, sebuah rekaman video berita palsu yang menggunakan atribut visual dan logo khas (branding) Euronews juga disebarkan secara masif di media sosial, khususnya platform X (sebelumnya Twitter).

The Cube menemukan bahwa video-video tersebut diunggah secara beruntun oleh sejumlah akun anonim dalam waktu yang sangat berdekatan. Pola ini mengindikasikan adanya pergerakan terkoordinasi dari jaringan propaganda tersebut. Unggahan-unggahan tersebut dilaporkan sempat mendulang ribuan tayangan sebelum akhirnya ditindak.

Para peneliti mengaitkan operasi siber ini dengan Storm-1516, sebuah unit kampanye disinformasi asal Rusia yang rekam jejaknya sudah dikenal luas sering mengintervensi berbagai pemilu di kawasan Eropa dan Amerika Serikat.

Pihak Euronews menegaskan bahwa artikel beserta video yang beredar sepenuhnya adalah fabrikasi alias palsu. Situs web tiruan yang digunakan untuk menyebarkan propaganda tersebut saat ini juga telah berhasil diturunkan (take down).

Kasus ini kembali memicu kekhawatiran internasional mengenai masifnya infiltrasi asing dan penggunaan taktik impersonation (peniruan identitas) media kredibel demi memanipulasi opini publik serta mengganggu integritas proses demokrasi di Uni Eropa.

Leave a Reply

Trending

Discover more from Kabar Eropa

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading